BPBD Ponorogo: 18 Orang Belum Ditemukan di Lokasi Longsor Desa Banaran Pulung

Bencana alam longsor di Pulung Ponorogo

PONOROGO, Madiunraya.com – Sebanyak 18 warga Desa Banaran Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dilaporkan hilang pascaterjadinya bencana longsor, Sabtu (1/4/2017) pagi sekitar pukul 08.00 WIB di desa setempat. Dan sejak peristiwa tersebut terjadi, sudah sembilan jam, seluruh korban terkubur di bencana tanah longsor belum bisa ditemukan dan dievakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, kemungkinan 18 warga yang hilang tertimbun material longsoran.”Terakhir, ada 18 warga yang belum ditemukan. Kemungkinan masih tertimbun di dalam rumah,” kata Budi Sabtu (1/4/2017) siang.

Ia menuturkan, kemungkinan korban masih akan bertambah, sebab ada sekitar 23 rumah di lokasi bencana longsor, yang kondisinya kini rata tertutup material longsor.

Tim pencari dan penyelamat atau SAR gabungan, belum bisa menemukan korban terkubur. Karena alat berat yang dibutuhkan untuk mengangkat material longsor belum sampai ke lokasi. Selain itu, upaya pencarian dan penyelamatan tak bisa maksimal karena longsor susulan mengancam keselamatan tim SAR. Apalagi saat ini cuaca di lokasi bencana sedang mendung tebal.

Sementara, data terbaru yang dilansir Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di akun Twitternya. Diperkirakan ada 27 warga yang terkubur di material longsor. “27 orang diperkirakan tertimbun longsor di Ponorogo,” kata Sutopo.




Korban tertimbun tak hanya warga yang berada di dalam rumah. Tapi warga yang sedang berada di kebun-kebun jahe yang ada di sekitar lokasi bencana. Sutopo mengatakan, terjangan longsor diperkirakan sangat cepat, sehingga warga yang berada di kebun tak bisa menyelematkan diri meski sudah berusaha lari. “Warga yang sedang di kebun dan rumah tertimbun longsor dengan cepat,” ujar Sutopo.

Longsor terjadi pukul 06.00 WIB pagi tadi. Longsor terjadi akibat tebing setinggi lebih dari 10 meter ambrol karena lokasi sempat diguyur hujan lebat sejak Jumat malam, 31 Maret 2017.Lebih dari 20 rumah warga yang terdampak longsoran tanah. Bahkan, kondisi rumah kini hancur.

Berikut data sementara korban hilang longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung, Ponorogo

  1. Jadi Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Maryono warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Siyam warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Situn warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Tolu warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Katimun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Muklas warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Monit warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Aldan warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Janti warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Pita warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nadi warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Hengki warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Iwan warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Katmi warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Suyono warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung