Kementerian PUPR Terus Kebut Perbaikan Jalur Trenggalek-Ponorogo dan Trenggalek-Pacitan

Jalan Longsor di Trenggalek. (Foto: Jatimprov)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai BesarPelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, terus melakukan upaya perbaikan jalan di Jalur Trenggalek Ponorogo yang terkena longsor.

Sebagaimana diketahui, sejak akhir tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2017 sudah 12 kali terjadi longsor. Longsor yang terjadi di Trenggalek-Ponorogo tepatnya berada di Km 16+300 sampai dengan 23+650 dan Trenggalek – Bts Pacitan Km 14+300 – 40+900.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bts. Kab.Pacitan – Jarakan (Trenggalek) – Ponorogo – Dengok – batas Kabupaten Ponorogo, Moch Faried dikonfirmasi, baru-baru ini mengatakan, BBPJN VIII saat ini sedang dilakukan perbaikandi ruas Trenggalek-Ponorogo km 22 .23+350 dan Trenggalek – bts Pacitan km 16+700 – 17+850. Di lokasi itu adadua tim yang bekerja sekarang. “Karena jalannya patah, perbaikan harus dilakukan agar pelayanan jalan tidak terganggu,”ujarnya, dilansir laman Pemprov Jatim.




Dalam dua bulan kedepan, BBPJN VIII akan membersihkan saluran yang tertimbun longsoran antara KM 15+700 sampai 24+000, pembuangan sisa material longsoran dan penanganan jalan ambles di 4 lokasi. Diantara lokasi jalan ambel, yaitu Km Treng 15+825 sampai 15+845, Km Treng 15+900 sampai 15+920, Km Treng 17+800 sampai 17+850,Km Treng 21+950 sampai 22+000.

Direktur Preservasi, Dirjen Bina Marga, Poltak Sibuea di dampingi Bupati Trenggalek, Emil Dardak dan Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, Kementerian PUPR belum bisa memprediksi kapan penanganan selesai terhadap jalur tersebut, namun perbaikan tanggap darurat terus dilakukan supaya kondisi jalan tidak semakin rusak, salah satunya dengan pembuatan saluran drainase.

Sedangkan permukaan jalan yang sudah mulai terkelupas, ataupun sudah rusak segera akan ditutup. “Kalau masih basah karena hujan kita tunda dulu tapi harus dirapikan permukaannya dengan agregrat. Kemudian diperkeras dengan aspal,” katanya.

Dikatakannya, langkah darurat itu untuk menghindarkan air agar tidak masuk ke badan jalan atau tertahan sehingga meresap ke bawah badan jalan. Langkah selanjutnya memperkuat badan jalan dengan tembok penahan dengan pondasi sampai ke tanah keras.

Selain itu tebing-tebing diatas permukaan jalan harus diamankan supaya tidak ada longsoran yang jatuh ke badan jalan. Dengan intensitas hujan yang tinggi membuat tanah lembek, sekaligus menambah beban dan membuat konstruksinya mudah ambrol. (MR01)