POKDARWIS PONOROGO AKAN BUAT GERAKAN “WE LOVE PONOROGO”

oleh

Ponorogo-WWW.MADIUNRAYA.COM
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ponorogo terus bergerak dalam menggali potensi wisata yang terpendam di kota reyog. Sebagai salah satu kota tua, Ponorogo menyimpan banyak wisata baik wisata alam dan wisata budaya yang didalamnya terdapat wisata religi. Saat melakukan verifikasi kelompok sadar wisata di Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Ketua Pokdarwis Ponorogo, Khoirul Anam akan membuat gerakan “We Love Ponorogo”, Rabu (15/02), kemarin.

“Hari ini telah dilakukan verifikasi keberadaan Pokdarwis Kranda Bersatu Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, yang dihadiri oleh Rombongan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo dan Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Kabupaten Ponorogo”, ujar Anam.
Di Desa Sukosari ini, terdapat potensi wisata religi yaitu makam Mbah Imam Puro dengan beberapa situs pendukungnya, disamping seni kebo-kebonanan yang merujuk dari riwayat kebo bule yang mengawal pusaka kyai slamet, warga sekitar yang hadir sangat antusias sehingga menambah semaraknya acara ini verifikasi ini, sambung Anam.
“Sebagai Pokdarwis pertama yg diverifikasi dari 25 Pokdarwis yang sudah di SK kan oleh Dinas Pariwisata, tercatat masih ada sekitar 40 an Pokdarwis Se Kabupaten Ponorogo yang akan menjalani proses verikasi seperti ini”, lanjut Anam.
Harapan kami dengan adanya pokdarwis-pokdarwis di Ponorogo akan menimbulkan rasa cinta dan bangga terhadap Ponorogo dan kita akan membuat gerakan “We Love Ponorogo”, atau Kita Cinta Ponorogo, pungkas Anam.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo menyambut baik dengan verifikasi yang dilakukan. “Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang membuat Dinas Pariwisata akan menerbitkan SK atas Pokdarwis yang telah ada”, ujarnya.
Sementara, Ketua Pokdarwis Kranda Bersatu Desa Sukosari, Salihudin Hudaya menuturkan bahwa banyak sejarah dan budaya Ponorogo yang kini diambil alih oleh daerah lain, seperti Kebo Bule yang diklaim oleh Surakarta. “Padahal dalam sejarah yang bersumber dari pinisepuh dan informasi yang akurat, Ponorogo lah yang memiliki Kebo Bule yang mengawal pusaka Kyai Slamet, untuk itu kita menciptakan Kebo-kebonan yang kita beri nama Kebo Ndanu”,ujar Hudaya.
Sehingga ada dua seni budaya yang asli berasal dari Ponorogo yaitu Seni Reyog dan Kebo-kebonan yang berpusat dari Tegalsari, sementara seni gajah-gajahan dan seni onta-ontanan justru tidak berasal dari Ponorogo, sambung Hudaya.
“Untuk itu kami, sebagai pokdarwis di Desa Sukosari yang memiliki situs Makam Mbah Imam Puro dan seni Kebo Ndanu akan kita buatkan buku dengan melihat referensi yang terpercaya dan tentunya akan melibatkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo agar kebenarannya teruji secara ilmiah, selain itu akann kita patenkan”,lanjut Hudaya.
Namun seni Kebo Ndanu yang kita buat tidak berwarna bule namun hitam, karena hal tersebut sudah mengalami pengembangan dalam mengekspresikan seni seni tersebut, pungkas Hudaya.
(YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *