Hilir Jatim Masuk Siaga Banjir Bengawan Solo

oleh

BOJONEGORO, Madiunraya.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan daerah hilir Jatim, mulai Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, masuk siaga dalam menghadapi banjir Bengawan Solo.

“Hilir Jawa Timur, statusnya masuk siaga banjir, sebab air banjir dari hulu sudah mulai masuk hilir Bojonegoro,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro Sulistyo, Kamis.

Sebelumnya, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro melaporkan Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, sehari lalu terjadi banjir dengan status masuk siaga merah-III.

Selain itu, ketinggian air di Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi, juga terjadi banjir, sehingga air dari daerah hulu itu akan memengaruhi air di hilir Jawa Timur.

Sesuai data, ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro merangkak naik dengan cepat menjadi 13,61 meter (siaga hijau-I) pukul 09.000 WIB.

Ketinggian air Bengawan Solo itu naik sekitar 20 centimeter di bandingkan dengan tiga jam sebelumnya.




Di daerah hilirnya mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, semuanya di Lamongan, juga masuk siaga banjir dengan ketinggian masing-masing 7,20 meter (hijau-I), 5,01 meter (kuning-II), 3,80 meter (hijau-I) dan 1,75 meter (hijau-i).

“Meningkatnya dengan cepat ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro juga dipengaruhi pasokan air dari Kali Kening yang juga terjadi banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo menambahkan.

Ia memperkirakan air Kali Kening dari sejumlah kecamatan yang masuk daerah tangkapan air Kali Kening di Tuban yang masuk Bengawan Solo mencapai 64,42 meter kubik per detik, sejak beberapa waktu lalu.

“Kontribusi air Kali Kening ke Bengawan Solo akan berlangsung sampai sore,” ucapnya menegaskan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat di daerah bantaran mulai Kecamatan Kota, Balen, Kanor, juga Baureno, meningkatkan kewaspadaan, karena di wilayahnya akan terjadi kenaikan air Bengawan Solo dengan cepat.

“Kami minta warga di bantaran meningkatkan kewaspadaan, sebab kenaikan air Bengawan Solo akan terjadi dengan cepat,” ujarnya.

BPBD, lanjut dia, sudah menyediakan berbagai kebutuhan dalam menghadapi banjir luapan Bengawan Solo di daerahnya mulai perahu karet, tenda pengungsian, sembako untuk kebutuhan dapur umum dan dapur komunitas.

“Kami juga sudah menginstruksikan tim penanggulangan bencana di kecamatan juga di desa untuk bersiaga,” ucapnya menegaskan. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *