Viral, Pemuda yang Hanya Makan Ubi Goreng ini Sampai Dikunjungi Bupati Trenggalek

oleh
Kondisi Syahirul dan ibunya di Trenggalek. (Foto: IST)
Kondisi Syahirul dan ibunya di Trenggalek. (Foto: IST)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Sebuah postingan dari seorang netizen asal Trenggalek, menjadi viral di kalangan Bonek atau suporter fanatik Persebaya Surabaya. Postingan itu diunggah oleh akun Facebook Aji Perpus, pada 5 Februari 2017. Kisah dalam postingan itu begitu mengharukan. Postingan ini mengungkap seorang bocah asal Trenggalek bernama Syahirul.

Dalam postingan awal, dia diceritakan bersekolah di SMP Bendungan. Belakangan, ada lagi yang mengatakan, dia merupakan pelajar kelas 8 SMPN 1 Bendungan, Trenggalek. Dalam postingan itu, diceritakan, Syahirul selama ini hidup dalam kondisi yang serba terbatas. Dia tinggal bersama ibunya, di sebuah gubug reyot berdinding bambu.

Ayahnya telah meninggal dunia sejak dia SD. Menurut Aji Perpus, ketika dia berkunjung ke Syahirul, kondisinya memang memprihatinkan.”Waktu kita survey ke sana, makan yang disantap cuma ubi goreng, tanpa lauk apapun,” kata Aji Perpus di postingannya.




Bersama postingan itu, foto Syahirul yang diposting di Facebook kemudian membuat terharu banyak orang, terutama pecinta Persebaya. Itu karena saat difoto, Syahirul mengenakan kaos dengan logo Persebaya di dada.

Dikunjungi Bupati

Bupati Emil mengunjungi keluarga Syahirul Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

Setelah viral, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak pun meninjau Syahirul  yang merupakan suporter fanatik Persebaya asal Desa Sumurup RT/RW 35/XI Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Anak kelas II SMPN Bendungan ini hidup dalam serba keterbatasan. Anak kelas II SMP ini juga diberitakan tinggal di gubuk reyot berdinding anyaman bambu. Saat ini anak usia tanggung ini tinggal bersama Ibu dan Kakak perempuan semata wayangnya, pasalnya bapak Syahirul telah meninggal sejak anak ini duduk di bangku sekolah dasar.

Ingin menyaksikan langsung kondisi realita di lapangan Bupati Emil Dardak datangi kediaman remaja tanggung, Selasa (7/2). Namun demikian, isi pemberitaan salah satu media online yang menjadi viral di sosial media ini tidak sepenuhnya benar.

Memang keluarga Syahirul tergolong kedalam keluarga miskin di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan. Rumah yang diberitakan reyot, pada tahun 2015 kemarin mendapatkan program bedah rumah. Dinding rumah bukannya anyaman bambu melainkan sudah ditembok meskipun masih separuh menggunakan program bedah rumah.

Foto bilik bambu dalam viral yang disebarkan bukanlah rumah utama, melainkan bangunan dapur rumah.

Bahkan keluarga Syahirul, juga mendapatkan serangkaian program pengentasan kemiskinan dari Pemerintah pusat, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat dan Pintar (KIS dan KIP).

Dirumah Syahirul Bupati Trenggalek mencoba mengorek kehidupan keluarga miskin ini. Bahkan Waketum APKASI ini mencoba membujuk kakak Syahirul untuk mau kembali bersekolah dan Syahirul melanjutkan sekolah tidak hanya sampai SMP saja, melainkan sampai SMA atau Perguruan Tinggi, sehingga anak muda ini bisa merubah nasib keluarganya.

Bupati juga memerintahkan seluruh stake holder terkait, mulai Dinas Sosial, P3A, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Muspika dan Pemerintah Desa untuk terus mengawal keluarga ini. Sayangnya kakak Syahirul tidak mau melanjutkan sekolah, pasalnya sebentar lagi akan menikah. Emil kemudian memberikan sejumlah bantuan kepada keluarga Syahirul. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *