Jalur Provinsi Terancam Putus Akibat Tanah Gerak Slahung Ponorogo

oleh
Tanah gerak di Slahung. (Foto: DPRD)
Tanah gerak di Slahung. (Foto: DPRD)

PONOROGO, Madiunraya.com – Rupanya dampak bencana alam tanah gerak di Dusun Krajan, Tugurejo, Slahung, Ponorogo, semakin parah. Menyusul puluhan bangunan seperti rumah, sekolah, dan musala, kini jalan poros Ponorogo–Pacitan terancam putus.

Jalan provinsi tersebut ambles 30–40 sentimeter di dua titik. ”Dulu memang sudah ambles, sekarang makin parah,” kata Kepala Desa Tugurejo Siswanto, dilansir Radar Madiun pada Senin (6/2/2017).

Siswanto menduga curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir memperparah kondisi tersebut. Untuk sementara, lanjut dia, kendaraan roda dua maupun empat masih bisa lewat.

Namun, diberlakukan sistem buka-tutup lantaran hanya separo badan jalan yang bisa dilalui. Warga pun berjaga bergantian sejak pagi hingga dini hari sekitar pukul 02.00.”Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan,” jelas Siswanto.




Sebelumnya, ungkap dia, sering terjadi kecelakaan karena pengendara tidak mengetahui bahwa jalan ambles. Apalagi, tambah Siswanto, tidak ada rambu peringatan di lokasi. Baru sekitar dua pekan lalu warga bergiliran berjaga.”Setiap hari ada yang memonitor dari pemerintah. Pihak kepolisian juga ikut berjaga kalau malam,” tutur dia.

Ketua Tim Tanggap Darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung Herri Purnomo mengingatkan bahwa tanah gerak di Tugurejo masih akan terus berkembang. Terutama selama musim hujan. Menurut dia, jika hujan terus, jalan Ponorogo– Pacitan bisa ambles lebih dalam.”Bisa saja (jalur Ponorogo–Pacitan, Red) putus,” tutur dia. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *