Waspada, Semua Daerah di Jatim Masuk Kategori Rawan Bencana

Tanah gerak di Trenggalek

SURABAYA, Madiunraya.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah memetakan daerah rawan bencana di Jatim. Ini dilakukan karena curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan mengguyur Jatim hingga Maret 2017.

“Kami sudah memetakan daerah rawan bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan gempa di Jatim. Hampir semua 38 kabupaten/kota di Jatim berpotensi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan, Jumat (3/2/2017), dilansir Beritajatim.

Menurut dia, potensi ancaman bencana di Jatim berhubungan dengan hidrometeorologi. Dampaknya, sebagian wilayah di Jatim rawan banjir, longsor, angin kencang atau puting beliung, dan gempa.

“Misalnya daerah rawan banjir itu biasanya dampak dari luapan sungai di sekitarnya. Di antaranya luapan air di Bengawan Solo akan mengakibatkan banjir di Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban. Selain itu, banjir akibat luapan sungai di wilayah provinsi berdampak di Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Pacitan,” ujarnya.

Selanjutnya daerah dampak luapan air Sungai Brantas adalah Malang Raya, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. “Untuk Madura dampak luapan Sungai Kemuning yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” tuturnya.




Sedangkan daerah rawan longsor biasa terjadi di 22 kabupaten/kota. Di antaranya Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Ngawi, Tuban, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Pacitan, Malang, Jombang, Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, Jember, Sampang dan Pamekasan.

“Lalu banjir bandang, datangnya dari dataran tinggi. Bisa dari gunung, lereng, bukit, daerah yang ada di sekitar dataran tinggi, misalnya Probolinggo, Pasuruan, Trenggalek, Pacitan, Malang, Banyuwangi, Jember, Malang Raya, Blitar, dan Tulungagung. Daerah tersebut juga berpotensi ancaman longsor,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi bencana alam itu, Darmawan mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD, Pemerintah Daerah (Pemda), dan pihak-pihak terkait. Misalnya Basarnas, Tim SAR, PMI, dan lainnya.

“BPBD Jatim juga telah menyiapkan strategi tanggap bencana. Di antaranya menyiapkan peralatan dan logistik di setiap daerah serta menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi evakuasi. Selain itu, kami bersama teman-teman BPBD di daerah rutin memlakukan pengecekan di hulu-hulu sungai,” pungkasnya. (MR01)