Pemkab Trenggalek akan Dirikan Universitas Pariwisata untuk Kembangkan Wisata Prigi

Pantai Prigi Trenggalek

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya mengembangkan kawasan wisata Prigi dalam hal perekonomian, infrastuktur dan manajemen pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan wisata tersebut.

Salah satu upaya pengembangannya adalah dengan menggandeng Universitas Negeri Malang (UM). Ada tiga hal yang ingin dicoba dikembangkan oleh Pemkab Trenggalek bersama UM ini, mulai dari pendidikan, pengembangan wisata Prigi dan community base. Rencana kerjasama ini dibahas oleh Bupati Emil Dardak bersama perwakilan dari UM, Jumat (27/1/2017) kemarin.

“Jadi Universitas Malang (UM) ini merupakan salah satu Universitas yang selalu berhubungan dengan kita. Dalam hal ini Universitas ini bersedia membantu kita untuk mewujudkan sinergi pembangunan di berbagai pilar termasuk dari pendidikan tinggi, pemerintah, community base dan juga dari segi bisnis,” kata Wabup Mochammad Arifin, dikutip laman Humas Pemkab Trenggalek.

Berbagai rencana kerjasama pun dibahas, seperti rencana pendirian SMK Pariwisata yang bisa mengarah pada pendidikan vocation atau bahkan perguruan tinggi, rencana penataan kota maritim Prigi, yang berpotensi besar bisa menghubungkan dua kota besar di Selatan  Jawa, Malang Raya dan Jogja.

“UM sebelumnya telah berkoordinasi di internal, untuk membantu kita dalam tiga hal. Tiga hal yang fokus dikerjakan bersama UM ini, antara lain mengenai percantikan penataan pantai Prigi, utamanya disekitar panggung 360 derajat. Nanti pembiayaannya akan kita ambilkan dari beberapa anggaran dinas teknis terkait dan ada dari dana CSR yang telah disepakati dalam forum CSR, karena Prigi merupakan salah satu target CSR di tahun 2017 ini,”jelasnya.




Selanjutnya,kata Arifin, program yang dirintas adalah pendirian Universitas Pariwisata yang didahului oleh pendidikan vocational SMK maupun politeknik pariwisata.

“Nah ini sedang kita tunjuk lokasinya. Ada wacana tadi kita ingin membentuk semacam edutel (education hotel), edutel ini semacam hotel yang bisa menjadi Kampus atau tempat study, namun juga ada tempat hotelnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut Arifin, pihaknya mendapatkan bantuan penelitian dari Dikti untuk melihat kondisi perairan disekitar Pantai Bangkoan Watulimo. Mungkin Bangkoan akan dikembangkan menjadi pusat rehabilitasi terumbu karang, bisa dibikin apartement ikan selain rumah apung yang telah didirikan. “Pariwisata yang berbasis komunitas, salah satunya adalah di Bangkoan ini yang ingin kita giatkan,” jelasnya.

Terkait program pengembangan SDM wisata, Arifin mengatakan bahwa  UM akan menggelar “I Camp” International Camp. Kegiatan ini sendiri sudah pernah diadakan, sedangkan ini yang kedua. Dimana akan ada sekitar tujuh hari, yang akan ada 3 hari dua malam untuk stay di Trenggalek.

“Kegiatan itu nantinya akan melibatkan 50 negara, yang akan ada 100 peserta dari 50 negara tersebut. Nah ini merupakan tantangan bagi kita, sekaligus kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan kita pada dunia International. UM ini nantinya setelah sholat Jum’at akan visit ke Watulimo, dilokasi mana yang tepat digunakan untuk kegiatan I Camp ini,”pungkas Wabup termuda se Indonesia ini. (MR01)