Pembunuh Dubes Rusia untuk Turki Dipecat dari Kepolisian Usai Kudeta

Mevlut Altintas dipecat dari Kepolisian Turki setelah kudeta militer (Foto: Burhan Ozbilici/Associated Press)

ANKARA – Agenda pameran foto yang diselenggarakan Kedutaan Besar Rusia di Ankara, Turki, berakhir tragis. Acara yang ditujukan untuk memperlihatkan kedekatan kedua negara diwarnai insiden penembakan terhadap Duta Besar (Dubes) Andrey Karlov. Pria berkacamata itu tewas di tangan pelaku bernama Mevlut Mert Altintas.

Pria berusia 22 tahun itu diketahui menyamar sebagai petugas kepolisian untuk masuk ke dalam gedung pameran. Mevlut juga menyerahkan kartu identitas yang menunjukkan dirinya tergabung dalam satuan anti huru-hara Kepolisian Turki. Dalam kartu tersebut, ia tercatat sebagai lulusan Sekolah Polisi Izmir.

Namun, seperti dimuat TASS, Selasa (20/12/2016), Mevlut ternyata sudah dipecat dari Kepolisian Turki usai kudeta militer. Ia dianggap terlibat dalam Organisasi FETO pimpinan ulama terkemuka Turki, Fethullah Gulen. Organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi teroris oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Mevlut Altintas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebelum menembak Andrey Karlov. Aksi tersebut dilakukannya sebagai bentuk protes sekaligus balas dendam atas kebijakan Rusia di Aleppo, Suriah. Satuan Pengamanan (satpam) gedung berhasil menembak mati Mevlut Altintas.

Pelaku menjadi salah satu dari puluhan ribu aparatur negara di Turki yang dipecat usai kudeta militer pada 15 Juli 2016. Mereka dianggap sebagai anggota atau terlibat dalam organisasi teroris pimpinan Fethullah Gulen. Kartu identitas yang diserahkan Mevlut kepada penjaga pintu masuk diyakini sebagai kartu identitas palsu.




Seperti dimuat Hurriyet Daily News, Senin (19/12/2016), Karlov ditembak saat sedang memberikan pidato dalam pameran lukisan tersebut. Kelompok radikal diyakini berada di balik penembakan tersebut. Menurut laporan kontributor CNN Turki, Karlov berada dalam kondisi kritis.

Para pengunjung langsung melarikan diri setelah mendengar tembakan ke udara. Pelaku kemudian menembak Dubes Rusia untuk Turki Andrey Karlov. Pelaku diperkirakan masih berada di dalam gedung pameran sehingga Andrey Karlov belum berhasil dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

Pasukan Khusus Turki langsung diterjunkan untuk mengepung tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi mata menuturkan, baku tembak tengah terjadi di gedung pameran tersebut. Sejumlah orang juga diketahui luka-luka dalam insiden tersebut. 

Serangan terjadi satu hari sebelum Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu bertolak ke Rusia untuk membahas krisis Suriah. Cavusoglu dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Moskow. (MR01)