Ketinggian Air di Bengawan Solo Hilir Aman

oleh

BOJONEGORO, Madiunraya.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu menyatakan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur aman, kecuali di Laren, Kabupaten Lamongan, yang statusnya masih siaga.

“Ketinggian Bengawan Solo di Laren, Lamongan, masih siaga hijau dengan ketinggian 4,51 meter pada Sabtu pukul 06.00 WIB,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Pandu di Bojonegoro, Sabtu.

Meskipun di Laren, Lamongan, siaga banjir, menurut dia, pada waktu bersamaan di daerah hilirnya di Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, ketinggian air Bengawan solo justru di bawah siaga banjir.

“Penetapan status siaga banjir di Laren, Lamongan, harus ada penyesuaian, agar bisa sama dengan daerah hilirnya,” kata dia.

Normalnya, menurut dia, status ketinggian air Bengawan Solo di Laren, Lamongan, juga sudah di bawah siaga banjir, sebab ketinggian air Bengawan Solo di daerah hilirnya sudah di bawah banjir.

Oleh karena itu ia memastikan ketinggian air Bengawan Solo di sepanjang daerah hilir, Jawa Timur, sekarang ini aman.


Bahkan, kata dia, ketinggian air Bengawan Solo di daerah hulunya di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro dan Ndungus, Ngawi, juga aman di bawah siaga banjir.

Begitu pula, lanjut dia, tidak ada laporan Bengawan Solo di hulu di Jurug, Solo, Jawa Tengah, menimbulkan banjir.

“Ada kenaikan air Bengawan Solo di hilir, tetapi hanya beberapa centimeter disebabkan pengaruh hujan lokal,” ucapnya.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Hirnowo menyatakan pernah mengusulkan adanya rasionalisasi terkait status siaga banjir kepada Balai Besar Wilayah Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah.

“Adanya rasionalisasi status siaga banjir agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ucapnya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno menjelaskan kewaspadaan tetap dilakukan dengan memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya.

“Semua tim penanggulangan bencana dari kabupaten sampai desa masih tetap siaga sampai musim hujan mereda,” ujarnya.

Ia menambahkan kewaspadaan menghadapi bencana di daerahnya tidak hanya banjir luapan Bengawan Solo, tetapi juga banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. “Curah hujan selama Desember di daerah kami berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor,” ucapnya. (MR01/antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *