Dampak Bencana Tanah Gerak di Trenggalek, 61 Rumah Rusak

oleh

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bencana alam tanah gerak di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan enam puluh satu rumah warga mengalami kerusakan, yang mayoritas lantai rumah mereka mengalami ambles.

Data hingga yang dihimpun Madiunraya.com, sebanyak 61 rumah yang dihuni ratusan jiwa terdampak pergerakan tanah ambles. Pada 13 Desember 2016, sebanyak 34 rumah warga yang dihuni 143 jiwa di desa, hampir semuanya mengalami kondisi lantai rumahnya ambles. Pada 12 Desember 2016, rumah yang terdampak yakni 15 kepala keluarga terdiri dari 67 jiwa. Kondisi rumah mereka mengalami keretakan pada dinding dan lantai.

Sedangkan pada 24 November 2016, ada 12 rumah yang dihuni 36 jiwa. Bahkan, dua diantaranya mengalami rusak berat dan rumahnya harus dibongkar, karena kondisi membahayakan. Sisanya, lantai rumahnya ambles.




Selain mengakibatkan puluhan rumah warga yang dihuni 246 jiwa mengalami kerusakan pada dinding hingga lantai rumahnya ambles. Pergerakan tanah di Desa Terbis itu juga mengakibatkan jalan utama desa sepanjang 500 meter yang dibangun sekitar dua bulan lalu, mengalami keretakan dan hancur, hingga aparatur pemerintah desa setempat menutup jalan utama desa, karena kondisinya dinilai berbahaya.

Selain di Kecamatan Panggul, fenomena tanah bergerak juga melanda di wilayah Kecamatan Bendungan. Bahkan, dari 100 kepala keluarga (KK), yang diungsikan sekitar lebih dari separuhnya. Untuk rencana jangka pendek, Pemkab Trenggalek mengutamakan urusan jaminan hidup sementara bagi para pengungsi seperti permakanan, perminuman, toilet, ketersediaan air bersih.

Berikut data KK di Trenggalek yang mengalami kerusakan rumah akibat tanah gerak

  1. Katmi (40) petani, warga RT 02 RW 01, jumlah jiwa 4 orang.
  2. Jaeni (38) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah jiwa 3 orang.
  3. Soiman (65) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah jiwa 3 orang.
  4. Paidi (60) swasta, warga RT 22 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  5. Suyitno (45) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  6. Jaelani (38) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah 3 jiwa.
  7. Paimin (69) swasta, warga RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  8. Mursidik (68) petani, RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  9. Sanijo (60) petani, RT 21 RW 10, jumlah 2 jiwa.
  10. Basir (60) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  11. Kurdi (46) petani, warga RT 21 RW 10, jumlah 6 jiwa.
  12. Samijem (62) petani, RT 21 RW 10, jumlah 1 jiwa.
  13. Tubilal (59) petani, RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  14. Paerah (70) swasta, RT 21 RW 10, jumlah 1 jiwa.
  15. Sumirah (50) swasta, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  16. Sanijan (47) petani, dihuni 2 KK terdiri dari 9 jiwa.
  17. Jarni (40) petani, RT 21 RW 10, jumlah 6 jiwa.
  18. Saifudin (34) petani, RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  19. Boiman (61) petani, RT 21 RW 10, jumlah 7 jiwa.
  20. Katijo (47) petani, RT 21 RW 19, jumlah 4 jiwa.
  21. Jono (70) petani, RT 21 RW 10, jumlah 2 jiwa.
  22. Suroso (35) petani, RT 21 RW 10, jumlah 3 jiwa
  23. Paiman (59) petani, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  24. Supriyanto (34) petani, RT 21 RW 10, jumlah 3 jiwa.
  25. Danang (35) petani, RT 22 RW 10, jumlah 3 jiwa.
  26. Poijan (72) petani, RT 02 RW 01, jumlah 2 jiwa.
  27. Pardi (56) petani, RT 02 RW 01, jumlah 8 jiwa.
  28. Tukiyo (45) petani, RT 02 RW 01, jumlah 5 jiwa.
  29. Misdi (64) petani, RT 02, RW 01, jummlah 8 jiwa.
  30. Miswan (54) petani, RT 02 RW 01, jumlah 5 jiwa.
  31. Jatuk Rigeno (31) petani, RT 02 RW 01, jumlah 3 jiwa.
  32. Miswan W (45) petani, RT 02 RW 01, jumlah 3 jiwa.
  33. Karmidi (68) petani, RT 02 RW 01, jumlah 3 jiwa.
  34. Karmi (46), petani, RT 02 RW 01, jumlah 5 jiwa.
  35. Sunarto (55) petani, RT 22 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  36. Roimin (60) petani, RT 22 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  37. Senen (71) petani, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  38. Sarni (45) petani, RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  39. Kaderi (65) petani, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  40. Tumiran (43) petani, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  41. Sumiati (41) swasta, RT 21 RW 10, jumlah 5 jiwa.
  42. Sarnen (60) petani, RT 21 RW 10, jumlah 4 jiwa.
  43. Sinto (45) petani, RT 02 RW 01, jumlah 5 jiwa.
  44. Lamijan (50) petani, RT 02 RW 01, jumlah 6 jiwa.
  45. Jaiman (60) petani, RT 02 RW 01, jumlah 5 jiwa.
  46. Suwarno (55) petani, RT 02 RW 01, jumlah 4 jiwa.
  47. Jemain (62) petani, RT 23 RW 11, jumlah 4 jiwa.
  48. Ariyadi (30) swasta, RT 22 RW 11, jumlah 2 jiwa.
  49. Kukuh Prasetyo (40) swasta, Rt 22 RW 11, jumlah 3 jiwa.
  50. Ady Katuji (37) petani, RT 26 RW 12, jumlah 4 jiwa, kondisinya dinding dan lantainya mengalami keretakan.
  51. Ruslan (45) petani, RT 26 RW 12, jumlah 2 jiwa, kondisinya dinding dan lantai retak.
  52. Kadiyem (65) petani, Rt 26 RW 12, jumlah 3 jiwa.
  53. Tariyem (74) petani, RT 26 RW 12, jumlah 1 jiwa.
  54. Mispan (49) petani, RT 26 RW 12, jumlah 3 jiwa.
  55. Sudarno (35) petani, Rt 26 RW 12, jumlah 4 jiwa.
  56. Juliwan (34) petani, RT 26 RW 12, jumlah 4 jiwa.
  57. Senen (62) petani, RT 26 RW 12, jumlah 3 jiwa.
  58. Paiyem (61) petani, RT 26 RW 12, jumlah 1 jiwa.
  59. Sutarman (43) petani, RT 26 RW 12, jumlah 3 jiwa.
  60. Boiran (45) petani, RT 26 RW 12, jumlah 4 jiwa.
  61. Supriyanto (41) petani, RT 26 RW 12, jumlah 4 jiwa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *