61 Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak di Trenggalek, ini Rekomendasi Kementerian ESDM

Tanah gerak di Trenggalek

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bencana alam tanah gerak di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan enam puluh satu rumah warga mengalami kerusakan, yang mayoritas lantai rumah mereka mengalami ambles.

Data yang dihimpun Madiunraya.com, sebanyak 61 rumah yang dihuni ratusan jiwa terdampak pergerakan tanah ambles. Pada 13 Desember 2016, sebanyak 34 rumah warga yang dihuni 143 jiwa di desa, hampir semuanya mengalami kondisi lantai rumahnya ambles. Pada 12 Desember 2016, rumah yang terdampak yakni 15 kepala keluarga terdiri dari 67 jiwa. Kondisi rumah mereka mengalami keretakan pada dinding dan lantai.

Pemerintah melalui Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam siaran persnya menyebut bahwa lokasi bencana diperkirakan merupakan lereng perbukitan  bergelombang sedang dengan kemiringan agak  terjal – terjal dengan ketinggian sekitar 320 meter di atas muka laut.

Lebih lanjut, ESDM menyebut bahwa  Kecamatan Panggul dan sekitarnya termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah – tinggi. Artinya daerah yang mempunyai potensi menengah – tinggi untuk terjadi gerakan tanah.

“Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali,”demikian bunyi siaran pers tersebut.




Sehingga, penyebabnya adalah sifat fisik tanah pelapukan yang tebal, bersifat gembur, sarang dan jenuh air saat hujan turun, hujan deras yang turun dalam waktu lama, sehingga tanah selalu jenuh air, kemiringan lereng yang agak terjal – terjal dan diperkirakan adanya bidang lincir antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar yang kompak dan keras.

 ESDM pun merekomenadasikan bahwa masyarakat di sekitar lokasi perlu waspada (terutama pada waktu hujan) karena daerah ini masih berpotensi terjadi longsor susulan, sehingga Apabila hujan dan berlangsung lama, maka masyarakat di lokasi dan sekitar lokasi bencana disarankan segera mengungsi ke lokasi yang aman.

“Diperkirakan daerah ini akan selalu berpotensi longsor pada setiap musim hujan, sehingga diperkirakan tidak layak huni, mengendalikan air permukaan pada lereng bagian atas dan tengah, agar air tidak masuk ke dalam tanah dan menjenuhi tanah, kemudian menutup retakan dengan tanah liat yang dipadatkan, agar air hujan tidak masuk ke dalam tanah dan masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat,”tutupnya. (MR01)