Ini Rencana Bupati Emil Upayakan Solusi Bencana Tanah Gerak di Trenggalek

oleh
Tanah Gerak di Trenggalek. (Foto: Instagram Emil Dardak)
Tanah Gerak di Trenggalek. (Foto: Instagram Emil Dardak)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Kabupaten Trenggalek kembali diterjang bencana alam tanah bergerak. Terbaru, bencana tanah bergerak terjadi di Desa Terbis, Kecamatan Panggul. Bencana tanah gerak kali ini adalah yang ketiga kalinya terjadi pada tahun 2016 ini.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Emil Elestianto Dardak segera melakukan langkah antisipasi dan upaya mencari solusi. “Tim reaksi cepat (TRC) bersama Pak Camat sudah meninjau lokasi. Ada 13 rumah dan 1 musholla terkena dampak,”kata Emil melalui akun instagramnya, Selasa (13/12/2016).

Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa para pengungsi tersebut sementara lebih memilih tinggal di rumah sanak saudara. “Besok pagi (hari ini-red) kepala BPBD sudah siap mendistribusikan logistik kepada para warga yang terdampak. Jalan poros desa yang baru dibangun tahun ini juga amblas,”ungkapnya.

Sementara, untuk penanggulangan tanah gerak jangka panjang, Emil mengatakan bahwa pihaknya akan menata ulang rencana tata ruang wilayah (RTRW) pada tahun depan.

“Trenggalek memang dihadapkan pada kondisi geografis yang menantang. Bersama tim pakar, kami akan menata ulang rencana tata ruang wilayah di 2017 dengan memperhatikan daya dukung lingkungan terhadap tekanan populasi dan memetakan kawasan yang sangat rawan untuk melakukan mitigasi risiko,”jelasnya.




Setidaknya terjadi dua kali bencana alam tanah gerak di Kabupaten Trenggalek di tahun 2016 ini. Pada bulan April lalu, tanah gerak terjadi di kawasan pemukiman Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu. Selang 6 bulan kemudian, bencana tanah gerak kembali terjadi di Dusun Njelok, Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek. Disusul peristiwa yang terakhir terjadi di Desa Terbis Kecamatan Panggul.

Pada peristiwa tanah gerak di Desa Pucanganak, Tugu, Pemkab juuga sudah menjalin bekerja sama dengan tim peniliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyimpulkan bahwa tanah bergerak Desa Pucanganak adalah satu dari delapan kejadian sejenis yang terjadi di seluruh Indonesia.

Kesimpulan sementara berdasar penelitian sebelumnya di area lokasi tanah bergerak Desa Pucanganak seluas kurang lebih lima hektare yang dihuni 25 keluarga (KK) itu diduga terdapat danau atau sungai bawah tanah yang menyebabkan struktur daratan labil.

Adapun, kesadaran warga yang bertahan di lahan rawan bencana tersebut sudah cukup tinggi karena selain telah diberi pemahaman dari hasil kajian tim peneliti UGM, di beberapa titik tanah yang diidentifikasi terus terjadi pergerakan dipasangi alat pendeteksi dini tanah bergerak (landslide early warning system). (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *