FKUIB PONOROGO GELAR TABLIGH AKBAR DAN JIHAD KEBANGSAAN MENUNTUT AHOK DI TAHAN

Ponorogo-WWW.MADIUNRAYA.COM
Sengatan sinar mentari tidak menyiutkan nyali ribuan umat Islam yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Islam Bersatu (FKUIB) Ponorogo saat mengikuti Tabligh Akbar dan Jihad Kebangsaan di Alun-alun Ponorogo, Jum’at (02/12).
Puluhan ormas Islam nampak menyatu mendengarkan orasi dari Ustadz Moh Mansur, Agus Tri Cahyo, Imam Fauzan, dan Wawan Kusnawan yang secara bergantian berorasi.
suasana-tabligh-akbar-dan-jihad-kebangsaan-di-ponorogo
“Kami akan terus melakukan aksi dan tidak akan pernah mundur sampai penista Agama Islam, Ahok di penjara”, ujar Ust. Moh Mansur.
Namun kami cinta damai, cinta NKRI dan akan mempertahankan situasi yang kondusif dengan harapan apparat penegak hukum berlaku adil dan tidak pandang bulu, sambungnya.
Sementara Ust Agus Tri Cahyo mengajak kepada segenap peserta aksi untuk selalu berdo’a agar umat Islam mampu bersatu dan melindungi kaum minoritas. “Semoga Alloh menurunkan adzabnya kepada penista agamaNya dan direndahkan menjadi makhluk yang hina”, ujarnya yang disambut takbir dari peserta aksi.
Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Harun Yuni Aprin saat diminta keterangannya menuturkan,”Kami memberikan keleluasaan kepada FKUIB Ponorogo dalam menjalankan aksinya dan kami akan mengamankan jalannya acara ini dengan menurunkan seluruh personel di tambah dari aparat Kodim 0802”, ujarnya.
Saat ditanya keberangkatan umat Islam yang lain ke Jakarta, Kapolres mengaku tidak kecolongan. “Kami hanya menghimbau kepada masyarakat agar tidak ke Jakarta, namun jika ada yang berangkat itu hak mereka. Data yang kami peroleh tidak ada 100 orang yang berangkat ke Jakarta”, ujar Kapolres.
Sementara menurut salah satu peserta aksi, Dzul, pihaknya all out dalam mengikuti aksi ini. “Dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo menurunkan seluruh warganya dalam aksi ini, mulai dari pengurus ranting hingga pengurus cabang, ini membuktikan bahwa kami cinta Islam dan kami cinta Al Qur’an. Kami tidak rela kitab suci kami di hina”, ujarnya. (YAH)