Dewan F-PAN Kota Malang Tersangkut Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang

oleh
Subur Triono. (Foto: Malangvoice.com)
Subur Triono. (Foto: Malangvoice.com)
Subur Triono. (Foto: Malangvoice.com)

MALANG, Madiunraya.com – Proses penyelidikan kasus penipuan dan percaloan masuk Perguruan Tinggi (PTN) yang melibatkan Anggota DPRD Kota Malang, saat ini masih berlangsung. Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PAN, Subur Triono diperiksa selama delapan jam sebagai saksi di Mapolres Kota Malang terkait kasus penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah, Kamis.

Dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah itu menjadikan Subur Triono sebagai saksi atas laporan tuduhan penipuan dan penggelapan uang. Uang ratusan juta rupiah itu sedianya untuk memasukkan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dari jalur mandiri di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

“Ada 37 pertanyaan yang disodorkan pada saya, namun saya lupa satu per tahu. Lebih jelasnya tanyakan ke unit Reskrim saja, apalagi saya dimintai keterangan sejak pagi hingga petang, banyak yang lupa pertayaannya,” terang Subur Triono setelah keluar dari ruang pemeriksaan di Polresta Malang.




Meski dicecar dengan 37 pertanyaan, Subur mengaku belum dimintai dokumen apapun terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menjeratnya. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang itu berjanji akan memberikan apa yang dibutuhkan penyidik.“Tadi cuma diberi pertanyaan saja. Kalau butuh (dokumen) itu ya saya carikan dan pasti akan saya serahkan,” ujarnya.

Menyinggung pemeriksaan lanjutan, Subur mengaku tidak tahu. “Belum tahu kapan diperiksa lagi,” katanya.

Subur dipanggil tim penyidik sejak pekan lalu setelah surat izin dari gubernur Jatim turun. Namun, hingga saat ini status Subur masih sebagai saksi atas laporan ES dan AW beberapa bulan lalu, terkait percaloan memasukkan calon mahasiswa ke Universitas Brawijaya (UB).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang Prajitno membenarkan pemeriksaan terlapor kasus penipuan dan penggelapan, Subur Triono, dilakukan dengan pengajuan 37 pertanyaan. Pemeriksaan selama delapan jam itu masih untuk satu perkara, yakni laporan ES.

Hanya saja, dari hasil pemeriksaan itu, Tatang belum bisa menyatakan apakah Subur ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. “Wah, kalau itu masih perlu dipelajari lagi lebih detail dan teliti,” ujarnya.

Ia mengatakan pemanggilan Subur tidak diperlambat. Prosedur harus dilakukan karena ia merupakan anggota Komisi C DPRD Kota Malang, sehingga harus izin Gubernur Jatim. “Setelah ada izin dari gubernur baru langsung kami panggil dia (Subur). Memang ada aturannya kalau memanggil anggota dewan,” paparnya. (MR01/Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *