SATPOL PP JARING 17 PSK DI SIANG BOLONG

oleh
Ponorogo-www.madiunraya.com
Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Ponorogo berhasil menjaring sedikitnya 17 orang Pekerja Seks Komersia (PSK) yang mangkal di Pasar Janti, Kecamatan Jenangan, Selasa (08/11).
Ironisnya mereka beroperasi di siang bolong dengan berkedok warung kopi. Saat ditanya, setiap hari mereka melayani rata-rata 3 orang hidung belang dengan harga sesuai kesepakatan minimal Rp 50.000,- sekali kencan.
Menurut KasatPolPP, Ir Wahyu Paripurnawan, “Alhamdulillah, hari ini kita berhasil menjaring 17 orang PSK yang menghuni pasar Janti. Ini berdasarkan penyelidikan kami dan laporan dari masyarakat”, ujarnya.
Selanjutnya, mereka kami data sesuai dengan KTP yang mereka miliki. Dari 17 orang yang kami data, 1 orang tidak memiliki KTP. Kemudian usai kami data, selanjutnya kami serahkan kepada Dinsosnakertrans untuk pembinaan lebih lanjut, sambung Wahyu.
“Sebagai kota yang berkembang dengan cepat, Ponorogo termasuk tinggi angka prostitusinya, setelah lokalisasi Kedung Banteng di tutup beberapa waktu yang lalu, para PSK menyebar termasuk di Pasar Janti ini. Untuk itu, berdasarkan Perda, kami akan terus memantau persebaran mereka dan kita akan minimalkan prostitusi di Ponorogo ini dengan bekerja sama dengan pihak terkait”, lanjut Wahyu.
Sementara menurut Kabag Ops Pol PP, Sumartuji, “Untuk menghilangkan prostitusi tidaklah mungkin, namun kami akan meminimalkan penyakit masyarakat ini, apalagi melanggar Perda. Kami akan terus beroperasi berdasarkan info yang kami terima”, ujarnya.
Jika kami menemukan PSK yang lebih dari sekali kami tangkap atau eks PSK Kedung Banteng yang sudah menerima kompensasi ditutupnya lokalisasi tersebut, akan kami proses ke Polisi karena sudah memenuhi unsur pidana, sambung Sumartuji.
“Untuk itu, kami mohon kepada warga masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas prostitusi agar memberitahu kami supaya segera kami tindak”, pungkas Sumartuji. (YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *