Drg. Hj. YAYUK SRI RAHAYUNINGSIH SERAP ASPIRASI IDI PONOROGO

oleh
Ponorogo-www.madiunraya.com
Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Nasdem, Drg Hj Yayuk Sri Rahayuningsih, menggelar reses dengan menyerap aspirasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ponorogo, di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (08/11).
Dalam acara tersebut hadir Sekda Kabupaten Ponorogo, Dr Agus Pramono, Kadinkes drg Rahayu Kusdarini, dan anggota IDI Ponorogo.
Dalam pertemuan tersebut, Drg Hj Yayuk Sri Rahayuningsih, menyatakan,”Saya sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga akan memperjuangkan aspirasi para dokter termasuk program studi Dokter Layanan Primer (DLP), yang beberapa waktu yang lalu ditolak oleh IDI karena dianggap memperlama studi para dokter”, ujar legislator dari Ngawi tersebut.
Saya akan berkeliling kedaerah-daerah khususnya dapil VII untuk melihat dan mendengar keluhan para dokter, selanjutnya akan kita sampaikan saat sidang komisi dan paripurna, lanjut Yayuk.
“Selain itu kita juga melihat secara langsung, untuk Ponorogo yang sebesar ini, di Puskesmas hanya ada satu orang dokter, padahal standarnya harus memiliki minimal 2-3 dokter di setiap Puskesmas, jelas ini sangat kurang”, lanjut Yayuk.
Untuk mempermudah, kita akan membuat web site yang mana para dokter dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya baik itu keluhan atau saran yang dapat dengan segera kita akses dan ditindaklanjuti dengan cepat, pungkas Yayuk.
Sementara itu Ketua IDI Ponorogo, dr Suko Basuki yang juga dokter anastesi RSUD Dr Hardjono, menyatakan,”Usai melakukan aksi damai beberapa waktu yang lalu, kita menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat untuk menghapus prodi DLP, karena memperlama studi dokter yaitu mencapai 10 tahun. Selain memakan waktu juga memakan biaya yang tidak sedikit, sementara disisi lain kita kekurangan tenaga medis terutama dokter”, ujarnya.
Untuk itu kita juga terus berkomunikasi dengan IDI Jatim dan IDI Pusat supaya prodi DLP ditiadakan namun untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas kami siap untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang actual, pungkasnya.
Sementara Sekda Agus Pramono ikut mendukung aspirasi yang disampaikan para dokter anggota IDI Ponorogo. “Kami mendukung selama pelayanan kesehatan di Ponorogo tidak terabaikan, justru kami ingin melihat kualitas pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan tepat”, ujarnya.
Selama ini, catatan kami tidak begitu banyak keluhan yang disampaikan kepada kami terkait dengan pelayanan kesehatan, yang dikeluhkan hanya soal biaya yang dikelola oleh BPJS, untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pihak yang terkait, pungkas Agus Pramono.(YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *