DIWARNAI GERIMIS, MENTERI DESA PDTT BUKA GREBEG SURO DAN FESTIVAL NASIONAL REYOG XXIII

oleh
Ponorogo-WWW.MADIUNRAYA.COM
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul dan Forkopimda Kabupaten Ponorogo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, membuka perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog XXIII, di panggung utama Alun-alun, Minggu malam (25/09).
Sempat diwarnai gerimis, rangkaian acara pembukaan grebeg suro tahun ini menjadi trending topic ke 4 di twitter, hal ini menandakan even grebeg suro tahun ini menjadi perhatian luas bagi netizen di tanah air.
Dalam sambutannya, Bupati Ipong Muchlissoni menuturkan, ”Hari besar di Ponorogo dalam setahun ada dua yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Grebeg Suro, hal tersebut terjadi karena di dua hari besar tersebut masyarakat Ponorogo yang berada di luar daerah akan berbondong-bondong untuk pulang kampung, kalau lebaran ingin bermaaf-maafan, kalau grebeg suro akan berkumpul bersama keluarga dengan melihat pentas reyog”, ujar Bupati Ipong.
Untuk itu kita akan menata sebaik mungkin dengan harapan even ini sekelas even nasional, diantaranya dengan mengubah nama dari festival reyog menjadi festival nasional reyog. Yang kedua lokasi sekitar festival steril dari atraksi tong setan, penjual vcd dan permainan anak yang menimbulkan suara bising, yang ketiga dengan membuat tenda yang bagus dengan prioritas pedagang di alun-alun, dengan menampilkan ragam UKM yang berkembang di Ponorogo, urai Bupati Ipong Muchlissoni.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs H. Syaifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul menyampaikan,”Grebeg Suro merupakan pesta rakyat yang harus dimanfaatkan dalam berbagai dimensi, yaitu cultural, ritual, sosial dan ekonomi serta meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan warga masyarakat”, ujar Gus Ipul.
Yang terpenting adalah sisi social dan ekonomi, dimana kondisi ekonomi yang lesu, peran UKM lah yang akan menggairahkan perekonomian. Sebagai contoh di Jawa Timur ada 50 ribu warung kopi, jika satu hari uang yang beredar di warkop tersebut ada 1 juta maka satu hari ada 50 milyar uang yang beredar hanya di warung kopi, belum di UKM yang lain, untuk itu mari kita galakkan terus peran UKM menjadi penggairah ekonomi bangsa, pungkas Gus Ipul.
Sementara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dalam sambutannya menuturkan,”Selamat bagi Ponorogo yang mengadakan grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog ke 23, semoga semua elemen masyarakat bisa mengambil manfaat dari perayaan dan festival tersebut”, ujar Menteri keturunan Ponorogo tersebut.
Selanjutnya saya mengajak kepada seluruh warga untuk membangun Indonesia dari desa. Manfaatkan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, ajak Eko Sandjojo.
Pembukaan Grebeg Suro dan FNR XXIII ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo yang sebelumnya dinobatkan sebagai Warok Kehormatan.(AG 1 N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *