SAMBUT HARSTAK PANCASILA, DI GELAR RAKOR PAGELARAN KOLOSAL “TRAGEDI GUBENUR SOERYO”

oleh
Ngawi-WWW.MADIUNRAYA.COM
Bertempat di Ruang data Polres Ngawi jln J.A Suprapto diselenggarakan rapat koordinasi pagelaran “TRAGEDI GUBENUR SOERYO” Tahun 1948, Jum’at(26/8/16)
 
Hadir dalam rapat tersebut Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P, Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi, S.I.K, MH, Kakesbangpol Rahmat Didik Purwanto S.sos M.Si dan tamu udangan yang terkait sekitar 25 orang.
 
Dalam Pembukaan rapat Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi, S.I.K, MH mengatakan Kami menggudang rekan rekan untuk mengadakan rapat untuk mewujudkan drama kolosal untuk upacara 1 0ktober guna memberikan pengetahuan anak anak kita sehingga bisa menumbuhkan rasa nasional tentang pengetauan sejarah pada masyarakat Ngawi.
 
Bapak Wit Cahyono selaku pelatih memaparkan nanti Skenario pemetasan tragedi Gebenur Suryo atas kekejaman PKI memohon kepada tiap tiap komandan menunjuk koordinator yang anggotanya terlibat biar koordinasinya enak.
Rencana akan Saya bagi menjadi secanario per secanario yaitu 1. bayang bayang mencekam di hantui PKI, 2. Pengambaran Gubenur Suryo di Jogjakarta, 3. Pencegatan gubernur suryo, 4. Adegan pembunuhan, 5. Penemuan, 6. Penggalian, 7. Pemakaman, 8. Penumpasan, kata Cahyono
 
Pada Rakor banyak bermacam saran diantaranya Saran Kapolres AKBP Suryo Sudarmadi, S.I.K, MH yaitu Kapolres tidak mau atribut PKI sama sekali saya tidak mau kejadian di Pamekasan terulang lagi di media sosial. Kalau untuk menutup jalan kalau bisa di alihkan karena itu jalur poros propinsi. Kalau bisa di carikan arternatif. Kemudian Kalau bisa di tambah sekenario TNI Polri di masukan untuk menupas PKI jadi masyarakat bisa paham bahwa beteng terakir adalah TNI Polri, biar pementasan tragedi Gubenur Suryo biar bisa membekas di masyarakat biar memiliki rasa nasionalisme.
 
Selanjutnya saran Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P tidak boleh memakai atribut PKI nanti bisa menimbulkan problem masalah. Jangan sungkansungkan untuk koordinasi dengan Danramil setempat dan kalo bisa di jadikan vidio untuk dipublikasihkan.
 
Saran berikutnya dari Kabag ops Polres Ngawi Edy masalah musik itu jangan mengambil musik dari TNI Polri kalau bisa ngambil dari PBDI biar bagus karena alatnya lebih bagus.
 
Kakesbangpol Rahmat Didik Purwanto M.Si juga memberi saran berkaitkan dengan pecegatan oleh gerombolan jangan menonjolkan atribut atau lagu lagu, sehingga kejadian tidak terlulang lagi seperti di Pamekasan. Jadi kita tunjukkan pemahaman ke masyarakat kejadian sejarah gubenur suryo yang sebernarnya.
 
Dari berbagai saran tersebut Wit Cahyono selaku pelatih memberikan tanggapan bahwa Kita tidak memakai simbul atau atribut PKI tapi kami memakai topeng jadi kelihatan netral. Selanjutnya kalau memungkinkan kita hentikan 5 sampai 10 menit gak masalah.(Penrem081)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *