MIRIS, 10-15 WANITA MUDA HAMIL DI LUAR NIKAH DI PONOROGO SETIAP BULAN

Ponorogo-MADIUNRAYA.COM

Hal tersebut terungkap saat Humas Pengadilan Agama Ponorogo, Drs Abdullah Sofwandi, memberikan keterangannya, Selasa (02/08).

Menurut Drs. Abdullah Sofwandi, “Setiap bulan kita memberikan dispensasi nikah kepada 10 – 15 pasang yang pernikahannya di tolak oleh KUA, karena masih dibawah umur”, ujarnya.

Kebanyakan mereka hamil di luar nikah, dan ironisnya mereka masih duduk di SMP dan SMA. Sebenarnya saat memberikan keputusan kita serba dilema, namun karena tuntutan hukum dan undang-undang, terpaksa kami lakukan hal tersebut, sambung Abdullah Sofwandi.




“Selain angka perceraian yang cukup tinggi, yaitu 1.100 yang sudah kami putus dari 1.300 kasus yang masuk, dispensasi nikah yang rata-rata 10-15 pasang setiap bulan,  hendaknya menjadikan instansi terkait tanggap, seperti Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah yang harus memberikan penyuluhan akan pentingnya pendidikan dan kesejahteraan keluarga”, tandas Hakim yang berasal dari Madiun ini.

Kami siap untuk melakukan sosialisasi bersama dengan Kemenag dan Pemda, karena apa yang kami putuskan sebenarnya berlawanan dengan hati nurani kami sebagai manusia, sambungnya.

“Selain faktor ekonomi, hadirnya pihak ketiga, dan belum siapnya mengarungi biduk rumah tangga karena menikah di usia muda adalah faktor tingginya angka perceraian di Ponorogo”, tutup Abdullah Sofwandi. (AG 1 N)