Pasangan Kumpul Kebo Diamankan Satpol PP Madiun

oleh

MADIUN, Madiunraya.com – Sejoli diduga pasangan kumpul kebo diamankan petugas Satpol PP Kota Madiun usai kedapatan berduaan di kamar sebuah rumah kos di Kelurahan Patihan. Aparat juga mengamankan seorang gadis tanpa identitas di salah satu kos-kosan Jalan Podang.

Kasi Perundang-undangan Satpol PP Agus Wuryanto mengatakan, kepada petugas pasangan itu mengaku menikah siri. Namun, meski sudah menunjukkan selembar kertas sebagai bukti, korps penegak perda tidak mengubrisnya. ‘’Setelah kami kroscek ke kemenag diketahui surat itu tidak sah,’’ ungkap Agus usai razia kemarin (29/7).

Sementara, seorang gadis tanpa identitas yang diamankan petugas mengaku bernama Sherly. Gadis itu berdalih identitasnya dibawa kekasihnya. ‘’Tetap kami angkut ke kantor. Setelah diperiksa, kami minta kekasihnya mengantarkan KTP-nya,’’ imbuhnya.




Di sisi lain, satpol PP menemukan dua rumah kos, masing-masing di Jalan Candisari dan Semangka, melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang Izin Pemondokan. ‘’Sebenarnya sudah berizin, hanya saja tidak sesuai kondisi di lapangan. Misalnya, di perizinan hanya lima kamar, kenyataannya ada delapan kamar,’’ terang Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Menurut Sunardi, penambahan jumlah kamar kos harus diikuti dengan penyesuaian izin mendirikan bangunan (IMB). Bagi yang melanggar, lanjut dia, terancam denda hingga Rp 25 juta atau maksimal kurungan tiga bulan. ‘’ini bagian dari bentuk pengawasan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai Perda Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, pengusaha rumah kos wajib membayar pajak 10 persen jika memiliki unit kamar lebih dari 10. ‘’Yang jelas, izin harus disesuaikan kondisi di lapangan,’’ tegasnya

Sunardi merinci, hasil inventarisasi, di Kota Madiun terdapat 400-an rumah kos. Dari jumlah itu, 160 titik di antaranya di Kecamatan Taman, 150 Kartoharjo, dan 90 Manguharjo. Menurutnya, banyaknya kos-kosan itu tak lepas dari pesatnya perkembangan ekonomi wilayah setempat. Salah satunya ditandai berdirinya sejumlah perguruan tinggi. ‘’ Saya melihat mereka yang melanggar itu cenderung baru (rumah kos baru, Red). Kalau yang expired dimungkinkan pemiliknya kurang teliti dengan hal-hal yang berkaitan adminsitrasi’’ pungkasnya. (pra/isd)

Sumber: Radar Madiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *