KPU Usulkan Dana Pilkada Sebesar Rp 14,4 M

Tidak ada komentar 180 views

MADIUN, Madiunraya.com – KPU Kota Madiun mengusulkan dana atau anggaran untuk pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Madiun tahun 2018 ke pemkot setempat sebesar Rp13,4 miliar.

Ketua KPU Kota Madiun Sasongko, Sabtu, mengatakan dana yang diusulkan tersebut menurun sedikit dari usulan pertama yang telah diajukan sebesar Rp14,4 miliar.

“Setelah melalui pembahasan yang dilakukan bersama dengan DPRD dan Pemkot Madiun, ditemukan angka usulan yang disepakati untuk Pilwali Kota Madiun 2018. Yakni sekitar Rp13,4 miliar,” ujar Sasongko kepada wartawan di Madiun, Jatim.

Menurut dia, dana yang diusukan tersebut naik signifikan jika dibandingkan dengan Pilwali Kota Madiun pada periode sebelumnya yang hanya sekitar Rp8 miliar.

Hal itu karena pada Pilkada tahun 2018 ada beberapa item yang ditanggung oleh pemerintah pusat. Itu berbeda dengan Pilwali sebelumnya yang semuanya ditanggung oleh daerah.

Adapun, beberapa item yang ditanggung pemerintah tersebut di antaranya adalah pengadaan alat peraga kampanye (APK) yang diprediksi anggarannya mencapai Rp2 miliar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, usulan dana cukup besar itu juga menyesuaikan dengan undang-undang pemilu yang baru, yakni UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Umum. Dimana semua tahapan akan dibuat oleh KPU pusat.

Sasongko menambahkan, dana usulan sebesar Rp13,4 miliar tersebut masih dapat berubah menunggu persetujuan dari eksekutif dan legislatif Pemkot Madiun.

Nantinya, lanjut dia, dana itu akan digunakan untuk keseluruhan tahapan Pilwali Kota Madiun tahun 2018. Mulai dari tahap persiapan, pembentukan panitia penyelenggara, pencalonan, penetapan calon, kampanye, operasional perkantoran, hingga honorarium penyelenggara pemilihan hingga tingkat bawah.

Disinggung soal bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang akan maju, pihaknya memperkirakan maksimal ada tujuh pasangan calon. Namun, siapa-siapanya masih belum terlihat.

Pihaknya menilai saat ini masing-masing internal partai politik masih mempersiapkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung mendatang.