KEPALA DESA TIDAK TRANSPARAN, DANA DESA DI DESA SENDANG BELUM CAIR, KARENA DI BOIKOT PANITIANYA

Ponorogo-MADIUNRAYA.COM

Disaat Desa dan Kelurahan yang lainnya sibuk mempergunakan anggaran dana desa untuk pembangunan infrastrukturnya, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, masih berpolemik dengan mundurnya panitia pengelola dana desa di desa tersebut, akibatnya anggaran dana desa yang total mencapai 1 milyar 50 juta tersebut belum cair.

Menurut Jemari, anggota TPK, “Kami sebanyak 8 orang dari 14 orang panitia menyatakan mundur dari kepanitiaan, dikarenakan Kepala Desa kami, Bapak Paimin tidak transparan dalam pengelolaan dan cenderung diktator”, ujarnya penuh semangat.

Kami yang mengundurkan diri adalah Andik Yuniarto, ketua TPK, saya sendiri Jemari, Panut Widodo, Sugeng Purnomo, Boiran, Sugeng, Samiran, dan Edi Sumiskan, jelas Jemari, Jumát (29/07).

“Masak belum ada program, tiba-tiba ada material yang datang berupa pasir dan batu, padahal kami saja selaku tim pengadaan barang dan jasa tidak tahu menahu asal material itu dari mana, bahkan Pak Kades sendiri yang mengelola keuangan, Bendahara dan panitia yang lain tidak difungsikan, jadi buat apa menjadi panitia kalau begini”, lanjut Jemari.

Namun kami tetap mendukung apa yang akan dibangun di desa kami, hanya kami takut terseret dengan tindakan yang diambil oleh Pak Kades, karena tahun 2015 yang lalu, banyak proyek yang tidak sesuai dengan raf nya, tutupnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sendang, Paimin mengatakan,”Kami berusaha secara maksimal untuk membangun Desa Sendang, yang terpenting proyek jalan dan masyarakat bisa menikmati anggaran dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan desa kami, bahkan kami merasa apa yang telah dibangun melebihi yang direncanakan, kita akan ajak kembali panitia yang mundur, jika tidak mau maka akan kami peringatkan”, ujar Paimin.

Sementara Camat Jambon, Hartoyo, SH,MM, saat dimintai keterangannya mengatakan,”Kami berusaha untuk menjembatani apa yang mereka permasalahkan, namun masing-masing pihak bersikeras dengan prinsip mereka, bagi saya yang penting dana desa segera cair, segera melakukan pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan bisa berjalan dengan baik”, ujarnya.

Panitia yang merangkap sebagai perangkat desa, bisa saja dicopot jabatan mereka karena ada aturannya di Perda SOTK dengan SK Kepala Desa, yaitu tidak melaksanakan perintah Kepala Desa, namun kita semua hendaknya saling menjaga, saya harapkan perangkat desa Sendang bisa menahan diri sehingga tidak merugikan masyarakat setempat, tutup Hartoyo. (AG 1 N)