Stok Beras Bulog Dijamin Aman Hingga 1,5 Tahun Kedepan

oleh
JAKA SANTOSA, WAKA SUB DIVRE BULOG PONOROGO

PONOROGO, Madiunraya.com – Jangan khawatir kelaparan jika anda hidup di Ponorogo, pasalnya persediaan beras di gudang Bulog Sub Divre Ponorogo mampu bertahan hingga 18 bulan kedepan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Bulog Sub Divre Ponorogo, Jaka Santosa, di ruang kerjanya, Senin (25/07).

“Aman mas, persediaan kita sampai dengan 18 bulan ke depan, ini yang harus kita antisipasi adalah perputarannya, jangan sampai beras terlalu lama di gudang sehingga rusak,” ujar pria asli Boyolali ini.

Petugas kita yang ada digudang harus cermat, karena daya tahan beras itu 3-4 bulan, jika lebih ada kemungkinan rusak. Setiap hari kita melakukan sergap di wilayah Ponorogo termasuk Magetan dan Pacitan. Untuk wilayah Ponorogo sendiri, selain sergap kita juga menjalin komunikasi sebaik mungkin dengan petani dan GAPOKTAN yang ada, sambung Jaka.

“Target penyerapan beras di 3 daerah, yaitu Ponorogo, Magetan dan Pacitan adalah 70.000 ton beras selama setahun. Untuk Ponorogo target kita 45.000 ton setahun, sedangkan setiap bulan jatah raskin di Ponorogo 1.050 ton, jadi raskin setahun sebanyak 12.600 ton,” jelas pegawai Bulog yang baru pindah dari Mojokerto tersebut.

Kendala-kendala yang kita jumpai di lapangan, kita selesaikan secara kekeluargaan dan secepat mungkin, seperti beberapa saat yang lalu, kita sempat berdebat dengan Bapak Dirjen PSP Kementan tentang harga pembelian gabah. Langkah dan kinerja kita harus berdasarkan regulasi dan peraturan yang ada, yaitu Inpres yang menyatakan bahwa harga gabah adalah Rp 4.600,- /kg dan Rp 4.650,- /kg di gudang Bulog. Jika petani mau menjual gabah ke tengkulak silahkan, itu hak mereka toh setelah jadi beras kita yang membeli dari tengkulak tersebut, urai Jaka Santosa.

“Namun, kami harapkan petani menjual produk pertaniannya kepada kami, karena kami sebagai badan yang dibentuk pemerintah yang mengurusi logistik, sementara pemerintah terus memberikan bantuan kepada petani, melalui bibit, subsidi pupuk dan bantuan mesin-mesin pertanian. Harapan kami, semua pihak merasa puas dengan kehadiran Bulog. Sehingga Petani, pedagang, masyarakat, pemerintah dapat seiring sejalan dalam membangun kedaulatan pangan,”tutup Jaka Santosa. 

Reporter/Foto: Yahya

Editor: Nawan Cita Almoen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *