Dua Pelajar Tewas Saat Hendak Menuju Sekolah

oleh

NGAWI, Madiunraya.com – Keriangan yang mewarnai hari-hari dua sahabat karib, Rizka Linda, 13 dan Fina Rahmawati, 12, berakhir di di Jalan Raya Ngawi-Pangkur KM 17-18, tepatnya di Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, kemarin (25/7). Ini selepas Rizka yang dibonceng Fina mengalami kecelakaan maut di Senin pagi pukul 06.45. Rizka pun tewas di lokasi kejadian dan Fina menderita luka.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika Rizka Linda dibonceng Fina, mengendarai motor Honda Vario AE 3630 LN ini hendak berangkat menuju SMP yang menjadi tempat keduanya menuntut ilmu. Keduanya yang tinggal di Desa Banjaran Sari, Padas ini melaju dari barat ke timur. Di depannya, ada sepeda yang ditunggangi orang yang tidak diketahui identitasnya.

Sedangkan dari arah berlawanan ada motor Honda Revo AE 5441 LK yang dikendarai Agung, 16, dan Yusuf Afandi, 16, yang sama-sama warga Desa/Kecamatan Pangkur. ‘’Motor Vario mau menyalip sepeda, tapi ternyata dari arah sebaliknya ada motor Revo,’’ ujar Kepala Pos Laka 1 Satlantas Polres Ngawi Aiptu Parji.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, upaya Fina menyalip gagal. Bagian kiri motor Vario menyerempet kanan sepeda. Akibatnya, motor langsung oleng ke kanan. Nahas, karena jarak yang terlalu dekat, tertabrak motor Revo dari arah berlawanan.

Fina dan Rizka yang tidak menggunakan helm pengaman itu langsung terjatuh dan terpelanting. Pun dengan Agung dan Yusuf, pengendara Revo. ‘’Sebab, bagian depan Revo menabrak samping kiri depan Vario,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Lawu.

Selepas tabrakan tersebut, Rizka terkapar di tengah jalan dalam posisi tengkurap. Dari kepalanya keluar banyak darah. Mengetahui temannya tidak segera bangun, Fina mendekati dengan langkah tertatih-tatih. Maklum saja, kondisi tubuh penuh luka, seperti luka robek di dahi kanan, siku dan telapak tangan. Air mata pun membanjiri wajahnya saat melihat Rizka tidak bergerak sama sekali. Berangkat sekolah pagi bersama Rizka yang menjadi rutinitasnya berbuah nestapa. ‘’Korban (Rizka, Red) karena luka parah di kepalanya, sebab tidak menggunakan helm,’’ katanya.

Korban lainnya Agung dan Yusuf mengalami babras tangan dan robek kaki kanan. Ketiganya langsung dirawat ke puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Widodo Ngawi. Selain itu, motor Vario juga rusak cukup parah di bodi kiri dan lampu depan. Sedangkan motor Revo hanya pecah pada slebor dan lecet di lampu depan. ‘’Kecelakaan ini juga bentuk kelalaian orang tua, harusnya anak yang belum memiliki SIM tidak diperbolehkan menggunakan motor, apalagi ini tidak memakai helm,’’ jelasnya.

Berselang tujuh jam kemudian, kecelakaan yang melibatkan pelajar kembali terjadi di Jalan Raya Ngawi-Solo, masuk Desa Ngale, Kecamatan Paron. Kali ini melibatkan Suzuki Satria Fu AE 4618 LD yang dikendarai Kristina Sandy Prayoga, 17 dengan bus Sugeng Rahayu W 7110 UZ yang disopiri Didik.

Informasi yang dihimpun, saat itu Sandy hendak pulang ke rumah Paron sepulang sekolah. Di depannya bus Sugeng Rahayu sedang berhenti menurunkan penumpang. Belum sempat melaju kembali, bodi belakang bus ditabrak motor pelajar kelas XI SMA ini.

Sandy yang masih nampak shock saat ditemui di puskesmas mengaku langsung mengerem saat tahu ada bus di depannya. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil, motornya melaju dan menabrak bodi belakang bus. ‘’Saya sendiri juga nggak tahu kenapa bisa nabrak. Tahu-tahu ada bus di depan saya,’’ katanya singkat. (mg3/aan)

Sumber: Radar Madiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *