Ibu Negara Iriana Joko Widodo Tertarik Produk Kucur Tanjung Trenggalek

Iriana Jokowi saat mengunjungi stand Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TANGERANG, Madiunraya.com – Ibu negara Iriana Joko Widodo tertarik salah satu produk kerajinan khas Trenggalek, yakni Kucur Tanjung Trenggalek saat mengunjungi stand pameran Kabupaten Trenggalek dalam Trade Expo Indonesia 2017 yang diadakan Rabu (11/10/2017) di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten.  

Menurut Arumi Bachcin, Ketua Dekranasda Trenggalek yang mendampingi Istri Presiden ke-7, ketika berkunjung di stand Trenggalek, membenarkan ibu Iriana sangat tertarik dengan kucur tanjung, hiasan yang menyerupai vas bunga.

“Ibu Iriana mengira kucur tanjung ini sebuah guci, namun setelah melihat beliau heran hiasan rumah yang cukup cantik tersebut terbuat dari kayu dan dibuat menggunakan keahlian tangan. Menurut beliau lukisannya cukup indah cerminan budaya lokal yang di ilhami dari barongan,” jelas Arumi, dikutip dari laman Humas Setda Trenggalek.

Kucur tanjung sendiri fungsinya sebagai penghias ruangan yang juga bisa difungsikan sebagai vas bunga. “kalau dulu banyak hiasan yang terbuat dari guci-guci buatan China atau negara lainnya, Trenggalek mencoba membuat kerajinan tangan dari kayu yang menyerupai guci tersebut. Kucur tanjung ini tetap mengusung budaya lokal seperti barongan tadi,” imbuhnya.




Arumi pun menyampaikan bahwa produk khas Trenggalek tidak kalah berkualitas dengan produk daerah lain. “Hal ini membuktikan bahwasannya produk kita tidak kalah kualitasnya dengan produk daerah lain meskipun kita berada di daerah yang cukup jauh. Apalagi memasuki MEA ini, Trenggalek mempunyai kesempatan yang sama dengan daerah lainnya maupun daerah-daerah perkotaan,”jelasnya.

Dia pun menghimbau kepada masyarakat Trenggalek untuk lebih meningkatkan kualitas serta juga menjaga kuantitas dari produk yang dihasilkan.

Menurutnya, keduanya ini harus berjalan selaras, pasalnya pada beberapa produk kita masih lemah dalam segi kuantitas, atau ketika ada pesanan barang kita kesulitan memenuhi pesanan tersebut. “Hal inilah yang harus kita perbaiki,”pungkas istri Bupati Trenggalek ini. (Humas Setda/MR01)