Trenggalek Kembangkan Kawasan Perdagangan Maritim di Panggul

oleh
Bupati Emil Dardak. (Foto: Humas Setda Trenggalek)
Bupati Emil Dardak. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur secara bertahap mengembangkan kota baru perdagangan maritim di kawasan pesisir Kota Kecamatan Panggul, dengan mengubah alun-alun menjadi ruang terbuka hijau dilengkapi fasilitas umum dan layanan publik.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Senin mengatakan, wilayah pesisir Kecamatan Panggul menjadi prioritas daerah setempat untuk dijadikan kota baru perdagangan di segi tiga kawasan karena lokasinya yang berbatasan dengan dua kabupaten sekaligus, yakni Pacitan dan Ponorogo.

Satu kawasan pesisir lain di Trenggalek yang masuk rencana strategi pembangunan Kabupaten Trenggalek adalah wilayah pesisir Prigi di Kecamatan Watulimo sebagai kota maritim.




“Kami memilih untuk untuk ditempatkan di Panggul, karena akan kami punya konsep pengembangan kota baru jasa dan perdagangan pesisir, yaitu di Panggul. Sehingga disetujui dan konsepnya tergabung dengan adanya pengembangan infrastruktur pendukung seperti puskesmas dan pasar tradisional,” kata Bupati Emil saat dikonfirmasi terkait pembangunan RTH di Kota Kecamatan Panggul.

Ia menjelaskan, khusus pembangunan RTH dengan alokasi anggaran lebih dari Rp4 miliar itu bagian dari tahapan pembangunan kota baru di Panggul yang berada di pesisir selatan ujung barat Trenggalek.

Alun-alun yang sebelumnya tidak berfungsi secara optimal itu kini diubah total menjadi ruang terbuka hijau dengan fasilitas lengkap, seperti taman, amphitheatre, sejumlah fasilitas olahraga serta berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Ini dananya berasal dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Kebetulan usulan kami untuk mengalokasikan buat pengembangan kota baru di Panggul disetujui, karena biasanya dana sebesar ini diproyeksikan untuk RTH di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Sebelumnya, penataan kawasan sudah dirintis dengan merenovasi rumah dinas Camat Panggul yang merupakan peninggalan zaman Belanda untuk dijadikan balai rakyat sekaligus museum sehingga bisa menjadi objek wisata pendidikan di daerah tersebut.

Menurut penjelasan Emil, pembangunan besar-besaran di kawasan alun-alun juga bersamaan dengan rencana pengembangan infastruktur pendukung di sekitarnya, termasuk peningkatan Puskesmas Panggul menjadi rumah sakit tipe D serta revitalisasi Pasar Panggul.

“Saat ini (Pasar Panggul) sedang dibenahi untuk bisa sebagus pasar modern di Bumi Serpong Damai (BSD) Jakarta, dengan pendanaan dari Kementerian Perdagangan. Lalu rumah dinas Camat Panggul sudah kami perbaiki dan menjadi balai rakyat, itu menjadi bangunan heritage dari zaman Belanda dulu,” katanya.

Emil mengaku optimistis, pengembangan kawasan pesisir selatan tersebut akan membawa dampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa maupun pariwisata.

“Pemerintah juga melakukan revilatisasi pedestrian yang ada di sekitar alun-alun Panggul. Jadi harapannya, ketika ini nanti JLS sudah tembus ke arah timur, maka Panggul sudah siap menyambutnya,” ujarnya. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *