Bupati Trenggalek Temukan Wadah Air Bersih Berkarat Saat Kunjungi Daerah Kekeringan

Bupati Emil meninjau daerah kekeringan di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak menemukan wadah air yang sudah karatan saat meninjau proses distribusi air bersih di Desa Mlinjon yang terdampak bencana kekeringan, Jumat (8/9/2017) lalu.

Emil yang masih mengenakan pakaian dinas motif batik warna gelap lalu memerintahkan kepada jajaran terkait guna segera mengganti tong bekas penyimpanan aspal dan minyak yang sudah karatan tersebut dengan wadah yang bersih serta ramah kesehatan.

“Kami minta kepada jajaran untuk segera mengganti tong besi yang sudah berkarat ini dengan wadah penyimpanan yang lebih layak seperti tandon air, ataupun wadah lainnya,” kata Emil saat meninjau distribusi air bersih di Dusun Selorejo, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh.

Desa ini merupakan satu dari tiga desa di Kecamatan Suruh serta Karangan yang mengalami krisis air bersih cukup parah dan telah mengajukan permintaan suplai air bersih ke BPBD Trenggalek.

Tak sekedar menyaksikan proses distribusi, Emil juga turun tangan menyalurkan air bersih dari truk tangki milik BPBD Trenggalek ke wadah air dan jeriken milik warga yang mengantre.




Emil mengaku prihatin atas temuan tersebut, karena dinilai tidak laik dan bisa membahayakan warga yang mengkonsumsi air bersih bantuan dari BPBD tersebut.

“Ini sangat berbahaya, bekas aspal dan minyak, ditambah mulai berkarat. Ini bisa membahayakan kesehatan, maunya kami memasok air bersih karena tempat yang kurang memadai malah justru bisa sebaliknya,” kata suami artis Arumi Bachsin itu.

Emil yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) itu lalu memerintahkan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait guna mengganti wadah air tidak laik tersebut.

“Saya sudah perintahkan segera untuk mengganti wadah ini dengan wadah yang lebih memadai dan tadi akan segera diupayakan,” ujar Emil.

Sementara, Camat Suruh Agus Utoyo menyampaikan bahwa tandon air sudah dipersiapkan. Ia menjelaskan, Desa Mlinjon merupakan satu dari dua perkampungan di Kecamatan Suruh yang sudah dinyatakan mengalami krisis air bersih.

Total ada 63 KK di Dusun Selorejo RT 43/RW 7 Desa Mlinjon yang terdampak kekeringan. “Daerah ini memang langganan kekeringan setiap kali kemarau,” kata Agus.

Selain Mlinjon, desa lain di Kecamatan Suruh yang alami kekeringan adalah Desa Suruh. Sedangkan di luar Mlinjon tercatat ada satu desa yang sudah mengajukan permintaan suplai aoir bersih ke BPBD Trenggalek, yakni Desa Jatiparhu, Kecamatan Karangan. (Ant/MR01)