Cegah Korupsi di Daerah, KPK Gencarkan Workshop Komite Integritas

oleh
Workshop anti korupsi di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)
Workshop anti korupsi di Trenggalek. (Foto: Humas Setda Trenggalek)

TRENGGALEK, Madiunraya.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus gencar menyosialisasikan pencegahan tindakan korupsi, salah satunya dengan menggencarkan workshop komite integritas.

Asep Choirullah, anggota divisi pencegahan KPK menuturkan bahwa KPK tidak hanya menginginkan generasi integritas ini hanya sebagai jargon upaya pencegahan KKN saja, melainkan upaya nyata pencegahan terjadinya KKN di Daerah.

“Untuk mewujudkan perilaku integritas ini membudaya dilingkungan pemerintah maupun masyarakat KPK mendorong lahirnya Peraturan Daerah mengenai panduan generasi integritas ini,”katanya dalam workshop panduan generasi integritas, Selasa (5/9/2017) lalu di Gedung Bhawarasa, Trenggalek, dikutip dari laman Humas Setda Trenggalek.

Dia mengatakan bahwa kunci inti kegiatan ini adalah upaya pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).”Untuk melakukan itu solusinya adalah pembangunan budaya integritas. Sedangkan budaya integritas itu harus dibangun sampai dengan ke Pemdanya selain mainsetnya yang harus diregulasi,” imbuhnya.




“Kita berkumpul selama dua hari disini untuk menghasilkan regulasi terkait panduan pembangunan budaya integritas khusus Trenggalek. Panduan ini berlakunya nanti antar periode kepemimpinan, supaya kita tidak mulai dari nol lagi kedepannya. Pasalnya sudah jelas apa yang akan dituju dan apa yang akan dijaga,”imbuhnya lagi.

Dia mengatakan bahwa generasi-generasi integritas di berbagai pelosok negeri, yang difungsikan sebagai pioner di daerah untuk ikut meminimalisir korupsi di daerah. Kepala Daerah, Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif diajak membangun generasi integritas bebas korupsi di daerahnya.

Di Trenggalek, katanya, untuk membangun generasi integritas ini KPK kembali mengadakan kegiatan workshop lanjutan, Selasa (5/9/2017). Pada Bulan Maret 2017 yang lalu KPK juga pernah mengadakan kegiatan serupa di Trenggalek.

“Supaya tidak ada penyimpangan di Trenggalek, butuh sistem seperti apa, pemimpin yang bagaimana, panduan ini nantinya sesuai dengan kebutuhan di Kabupaten Trenggalek,”tandasnya.

Salah satu peserta, Sukaji yang juga anggota DPRD Kabupaten Trenggalek yang menjadi peserta workshop ini menyambut baik upaya lahirnya regulasi peraturan panduan generasi integritas di Trenggalek.

“ini dalam rangka membangun generasi integritas. Setiap bangsa, atau pemerintahan harus didukung dengan integritas moral yang kuat baik bagi pelaksana maupun masyarakat,” tutur Sukaji.

Dalam workshop itut, pasangan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan Wakilnya Moch. Nur Arifin kembali ikut menjadi peserta dari Workshop ini, bersama Forkopimda, unsur Pimpinan DPRD dan beberapa anggota DPRD maupun beberapa kepala OPD yang ada di lingkup Pemkab Trenggalek. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *