Ribuan Masyarakat Terhibur Festival Ronthek Pacitan 2017

Indartato membuka acara Festival Ronthek Pacitan 2017. (Foto: Humas Pemkab)

PACITAN, Madiunraya.com – Festival Ronthek Pacitan tahun 2017 mulai digelar pada Senin (4/9/2017) malam. Berbeda dari sebelumnya, tahun ini festival juga menghadirkan para pimpinan daerah di kabpaten tetangga serta penggiat pariwisata di Jawa Timur. Ribuan masyarakat Pacitan pun terhibur dengan agenda budaya tahunan tersebut. Masyarakat Pacitan memenuhi jalan protokol yang ada di Pacitan.

 Festival Ronthek Pacitan (FRP) 2017 resmi dibuka oleh Bupati Indartato. Pembukaannya sendiri ditandai dengan pemukulan kentongan di lokasi garis start di Jalan A Yani, tepat di depan SMPN 1 Pacitan, Senin (4/9/2017) malam. Sebelum membuka kegiatan, bupati bersama para anggota Forkopimda menaiki kendaraan lapis baja Anoa dari pendopo kabupaten menuju titik pemberangkatan.

Menurut bupati festival ini berawal dari tradisi gugah sahur yang selalu dilakukan masyarakat Kabupaten Pacitan sepanjang bulan Ramadhan.




Dalam perkembangannya seni yang satu itu kemudian dikembangkan dan dikemas sedemikian rupa menjadi atraksi seni menarik. “Ini juga sebagai ajang promosi pariwisata daerah sekaligus menjadi wadah kreatifitas seni,” kata dia.

Sementara, Ketua Panitia Festival Ronthek Pacitan tahun 2017, Marwan menuturkan bahwa dengan hadirnya  para pimpinan daerah dari kabupaten tetangga bertujuan mengenalkan gelaran Festifal Rontek Pacitan, sekaligus menjajaki kemungkinan event ini mengikutsertakan partisipan dari luar daerah.

Dikatakan Marwan, Festival Ronthek Pacitan 2017 akan menjadi ajang promosi mengenalkan Pacitan. Tidak hanya itu, perpaduan rampak musik bambu dengan gamelan ini diharapkan dapat dikenal sebagai kesenian khas Pacitan.“Kita ingin seni rontek dan festival ini dikenal luas, tidak hanya lokal namun juga nasional,”katanya, dikutip dari laman Pemkab Pacitan.

Selain para Bupati dari daerah tetangga, Festival Rontek Pacitan 2017 juga dihadiri para penggiat pariwisata di Jawa Timur.

Pada tahun ini jumlah peserta total mencapai 36 grup. Mereka berasal dari perwakilan 11 kecamatan dan 25 desa/kelurahan se-Kecamatan Pacitan. Untuk meraih predikat terbaik masing-masing peserta diberikan tiga kali kesempatan unjuk kebolehan sepanjang rute antara Jalan A Yani-Panglima Besar Jendral Sudirman.

Masing-masing di lokasi pemberangkatan, depan gedung PLUT, dan perempatan depan Pos Polisi Tanjungsari. Sesuai rencana festival akan berlangsung mulai tanggal 4-6 September. Adapun, penilaian akan diambil kategori 5 penyaji terbaik non ranking, 3 penata musik terbaik non ranking, serta 1 pelestari budaya.