Dinkes Ponorogo Gelar Berbagai Kegiatan Semarakkan Pekan ASI se-Dunia

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspita saat bersama peserta lomba Balita Sehat

PONOROGO, Madiunraya.com – Memperingati hari Air Susu Ibu (ASI) sedunia yang jatuh tanggal 7 Agustus dan dikenal dengan pekan ASI se dunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo menggelar berbagail kegiatan di halaman Kantor Terpadu, Selasa (15/08), kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni, Komite Peduli ASI dari Madiun dan insan kesehatan se-Ponorogo.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspita, S.Km, M. Kes, mengatakan bahwa pihaknya dalam pekan ASI sedunia yang bertema ‘Sustaining Breastfeeding Together‘ tersebut menggelar Kampanye pemberian ASI eksklusif berupa Talkshow dan Testimoni manfaat ASI eksklusif kepada bayi. Selain itu juga ada lomba balita sehat dengan hadiah berupa piagam, trophy dan sepeda.

“Selain itu, kita juga mengadakan lomba Balita sehat yang diikuti 31 peserta dari seluruh Ponorogo, yang juara  1 nya diraih Kecamatan Sooko,”ujar Ayu, panggilan akrabnya.

Kegiatan selanjutnya adalah tes kebugaran yang diikuti seluruh pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo.”Harapan kami dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi kita,”katanya lagi.

Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo, Kadinkes dan jajarannya serta Ibu -ibu Forkopimda saat berpose dengan peserta Balita Sehat

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini, M.Kes, pihaknya akan terus mengkampanyekan pemberian ASI ekslusif kepada bayi kita.

“ASI Eksklusif artinya hanya memberikan Air Susu Ibu saja sebagai satu satunya nutrisi kepada bayi kita dari usia nol sampai dengan usia 6 bulan tanpa tambahan apapun, kalau ASI ditambah dengan makanan lain ataupun hanya air putih sekalipun itu bukan ASI eksklusif lagi,”jelasnya.

Selain itu ada pemahaman yang salah di masyarakat, apabila ada Ibu yang selesai persalinannya namun tidak keluar ASInya, biasanya akan bingung, jangan khawatir, bahwa bayi yang baru lahir akan bertahan dengan sehat selama 3×24 jam, artinya selama 3 hari itu kita menunggu ASI yang keluar dari Ibunya ataupun mencari pendonor ASI, sambung Rahayu Kusdarini.

“Banyak manfaat pemberian ASI Eksklusif terhadap bayi kita, diantaranya anak kita lebih memiliki imunitas atau kekebalan dari berbagai penyakit, terhindar dari obesitas serta lebih cerdas,”imbuhnya lagi.

Untuk di Kabupaten Ponorogo, data tahun 2016 menunjukkan 72% bayi yang lahir mendapatkan ASI Eksklusif, sementara targetnya hanya 42%.“Namun begitu, kita akan terus mengkampanyekan pemberian ASI Ekslusif sampai semaksimal mungkin, karena bayi yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula, ini merupakan rangkaian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas,”pungkasnya. (Adv/GIN)