Jadi Tersangka Korupsi, Ketua DPRD Kota Malang Mundur dari Jabatannya

oleh

MALANG, Madiunraya.com – Ketua Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang M Arief Wicaksono mengundurkan diri dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus gratifikasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015.

Pengunduran diri M Arief Wicaksono tersebut diumumkan secara terbuka dalam konferensi pers di Kantor DPC PDIP Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017) kemarin.

“Saya yang bertanda tangan di bawah ini nama M Arief Wicaksono, menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019. Tertanggal 10 Agustus 2017,” kata Arief yang didampingi pengurus DPC PDIP Kota Malang dan Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari.

Politikus PDIP itu mengemukakan alasan pengunduran dirinya sebagai Ketua DPRD Kota Malang, itu karena ingin berkonsentrasi dalam menghadapi kasus yang disangkakan kepadanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Arief sebagai tersangka dugaan menerima gratifikasi dalam pembahasan APBD 2015, namun Arief secara tegas membantah sangkaan tersebut.




“Tidak ada gratifikasi sama sekali dan keputusan pengunduran diri ini atas dasar kesadaran diri saya sendiri, tanpa paksaan pihak mana pun. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban saya secara pribadi dan publik, saya akan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung,” ucapnya, menegaskan.

Selain itu, pengunduran dirinya itu sebagai upaya untuk berkonsentrasi dalam proses hukum yang berjalan. “Demi menjaga nama baik partai dan tanpa ada tekanan apapun serta dari manapun, hari ini saya mengundurkan diri,” ujar Arief.

Ia mengatakan surat pengunduran diri itu akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, KPU, Wali Kota Malang, DPD dan DPP PDI Perjuangan.

“Pengunduran diri saya ini bertujuan agar pemerintahan di Kota Malang tetap berjalan dengan baik, apalagi setelah ini akan menyusun RAPBD 2018,” ucapnya.

Saat ini KPK sedang mendalami dugaan penyelewengan anggaran di Kota Malang. Beberapa ruangan di kawasan Balai Kota Malang dan sejumlah kantor dinas dan ruangan di gedung DPRD Kota Malang sempat disegel tim penyidik KPK.

Selain itu, KPK juga menggeledah rumah dinas Arief Wicaksono di Jalan Raden Intan serta rumah dinas dan rumah pribadi Wali Kota Malang Moch Anton.

Menyikapi munculnya kasus dugaan korupsi yang menimpa Arief Wicaksono itu disikapi DPC PDIP Kota Malang dengan menggelar rapat tertutup di Kantor DPC PDIP yang dipimpin Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari.

“Kami menghormati adanya proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Hal ini sesuai dengan komitmen partai untuk mendukung penegakan hukum,” kata Sri Untari.

Untari mengaku prihatin karena hal ini terjadi pada PDIP, namun ia dan partainya tetap menghormati KPK dalam proses itu. “Kami ikuti dan jalani saja proses hukum yang sedang berjalan,” ucapnya. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *