Serunya Bersih Desa di Bungkal, Dimeriahkan Atraksi Jaranan Hingga Reyog Ponorogo

Serunya bersih desa di Ponorogo.

PONOROGO, Madiunraya.com – Ribuan warga Kecamatan Bungkal menyemut di lapangan Desa Bancar Kecamatan Bungkal Ponorogo. Pada Sabtu (29/07) kemarin, desa yang dipimpin Pamuji tersebut menggelar kegiatan bersih desa.

Dalam kegiatan bersih desa yang sudah menjadi tradisi tahunan tersebut, warga dihibur dengan kesenian Reyog Ponorogo dan Seni  Jaranan Thek Turonggo Wulung dari Desa Kupuk.

Kepala Desa Bancar, Pamuji dalam keterangannya menyebutkan bahwa bersih desa di Desa Bancar merupakan tradisi yang setiap tahun diadakan pada saat grebeg selo seperti saat ini.

 “Kegiatan bersih desa ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan di Kecamatan Bungkal, alhamdulillah antusisme warga Kecamatan Bungkal dan sekitarnya sangat luar biasa,”kata Pamuji.

Adapun puncaknya akan digelar malam ini dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sudjarno, sambung Pamuji.




“Harapan kami, dengan diadakan bersih desa ini dapat menjadikan kehidupan masyarakat di Desa Bancar ini dapat rukun, tercukupi semua kebutuhannya dan jauh dari malapetaka,”imbuhnya.

Selain itu, kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, karena banyak pedagang kaki lima baik yang jualan makanan, suvenir, maupun pedagang mainan yang diserbu oleh pengunjung.

Sementara itu, menurut salah seorang pengunjung, Eko, warga Desa Bedi Wetan, dirinya sengaja datang ke Desa Bancar karena ingin melihat jaranan thek. “Sangat meriah mas, ini tadi ikut berjubel melihat pertunjukan jaranan thek, meskipun demikian kami sangat terhibur”, ujarnya.

Lain lagi dengan Wantini, warga Desa Bancar yang mengajak anaknya menyaksikan reog. “Anak saya senang mas lihat pertunjukan reog, apalagi saat atraksi bujangganong, ini tadi nggak mau pulang dan melihat sampai selesai,”kata Wantini sambil menggendong anaknya.

Kegiatan bersih desa sudah menjadi tradisi tahunan yang diselenggarakan disetiap desa di Ponorogo dengan menampilkan potensi budaya yanb ada di desanya masing-masing. (GIN/MR01)