Pemprov Jatim Berangkatkan 81 Bus Mudik Gratis dengan Penumpang 210.638

oleh
Peserta mudik gratis tiba di Ponorogo. (Foto: RRI)
Peserta mudik gratis tiba di Ponorogo. (Foto: RRI)

SURABAYA, Madiunraya.com – Sebanyak 81 bus mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diberangkatkan di depan kantor Dinas Perhubungan Jatim, Kamis (22/6). Bus-bus tersebut mengantarkan masing-masing pemudik di 20 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Bus-bus mudik gratis tersebut diberangkatkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo. Ia mengatakan tahun ini, Pemprov Jatim menyediakan program mudik dan balik gratis dengan total penumpang 210.638 orang. Jumlah bus yang disiapkan untuk program mudik gratis sebanyak 777 unit. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan bentuk pelayanan terbesar dari pemerintah bagi masyarakatnya di Indonesia.

Program mudik gratis ini merupakan kerja sama Pemprov Jatim dengan beberapa pihak seperti perusahaan swasta dan BUMN sebagai upaya meningkatkan keselamatan bagi para pemudik. Jumlah bus yang diberangkatkan dari kantor Dishub Jatim sebanyak 173 bus yang dibagi dalam dua kloter, yakni Kamis sebanyak 81 bus, dan Jumat (23/6) sebanyak 92 bus. “Jumlah penumpang yang diangkut hari ini sebanyak 4.455 orang dengan tujuan 20 kabupaten/kota di Jatim,” ujarnya.  

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Wahid Wahyudi, mengatakan, program mudik gratis ini menggunakan armada bus, kapal laut dan kereta api. “Mudik gratis melalui kereta api dan kapal laut juga sudah berjalan,” kata Wahid. 




Ia mengakui mudik gratis kapal laut ada beberapa kendala. Sebelumnya para penumpang yang mendaftar sedikit, tapi pada hari pemberangkatan, jumlah penumpang membeludak. Kondisi itu terjadi pada rute Jangkar-Pulau Ra’as pada Sabtu (17/6). Kemudian rute Kalianget-Kangean pada Rabu (21/6), terdapat masalah cuaca dimana tinggi gelombang lebih dari 3 meter. 

Wahid menyebutkan, rute 81 bus mudik gratis tersebut yaitu, Surabaya-Pacitan (11 bus), Surabaya-Jember-Banyuwangi (9 bus), Surabaya-Magetan (11 bus), Surabaya-Ponorogo (12 bus), Surabaya-Bojonegoro (2 bus), dan Surabaya-Tuban (1 bus). Kemudian, Surabaya-Pamekasan (1 bus), Surabaya-Sumenep (2 bus), Surabaya-Malang-Blitar (2 bus), Surabaya-Jember (3 bus), Surabaya-Bondowoso (1 bus), Surabaya-Situbondo-Banyuwangi (2 bus). 

Rute lainnya, Surabaya-Kertosono-Trenggalek (6 bus), Surabaya-Pare-Trenggalek (1 bus), Surabaya-Tulungagung (2 bus), Surabaya-Kertosono-Kediri (1 bus), Surabaya-Madiun-Ngawi (3 bus), Surabaya-Karangjati-Ngawi (3 bus), Surabaya-Madiun (5 bus), dan Surabaya-Nganjuk (3 bus). 

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim menambahkan, program mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jatim merupakan bentuk terima kasih kepada masyarakat Jatim yang dinilai berkontribusi besar bagi Jatim dan Indonesia.

Masyarakat Jatim, lanjut dia, berkontribusi besar pada tiga hal. Pertama, membantu ketahanan pangan di Jatim dan Indonesia bagian timur. Kedua, masyarakat Jatim menyumbangkan suasana aman dan nyaman di Indonesia. Sehingga tiga tahun berturut turut Jatim mendapat penghargaan sebagai provinsi paling aman dan nyaman di Indonesia. Ketiga, masyarakat Jatim memberikan contoh bagi masyarakat Indonesia bagaimana berlalu lintas yang baik dan sopan. 

“Kemarin, hari ini dan seterusnya, sopir bus dan pengemudi memberikan jalan yang baik terhadap pengendara lain, ini kompetisi moral dan spiritual kita,” ucapnya.

Karena itu, kata Pakde Karwo, tradisi mudik gratis terus dilakukan Pemprov Jatim setiap tahun. Mudik gratis ini sekaligus menjadi tradisi penting pemerintah dalam membantu rakyatnya. Mudik gratis juga menjadi konsep pengendalian spiritual yang ada. Nilai-nilai yang baik di perkotaan dibawa ke pedesaan dan sebaliknya. Suasana guyub rukun, kompak dan saling toleransi antar masyarakat, akulturasi budaya, terjalin sangat baik sehingga masyarakat Jatim terkenal ramah. “Selain itu, suasana spiritual dan moral yang dibawa ke desa sebagai bentuk tawadhu’ dari anak ke orangtua, untuk kemudian ditanamkan kepada anak cucu dan lingkungannya,” imbuhnya. 

Selanjutnya, nilai-nilai baik yang sudah dikembangkan tadi kemudian dibawa kembali ke perkotaan sehingga sifat individualis bisa berubah menjadi kemauan kelompok masyarakat. ”Mudik ini sebagai proses spiritual dan moralitas dalam dunia Islam, Indonesia menyumbangkan ini pada dunia Islam,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *