TANGGAPI AKSI, PIHAK UNMUH MINTA MAHASISWA GUNAKAN CARA YANG ELEGAN


Ponorogo-WWW.MADIUNRAYA.COM

Menanggapi aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang melakukan aksi demontrasi menuntut pergantian rektor dan perbaikan fasilitas, Selasa (06/06), pihak Unmuh Ponorogo melalui Kepala Humas, Pencitraan dan Protokoler, Dzulkarnain Ashyahifa menyatakan bahwa pihaknya tidak melarang aksi tersebut, namun harus menggunakan cara yang elegan. “Walaupun dunia mahasiswa penuh dengan idealisme, kritis dan berani, seharusnya para mahasiswa menggunakan jalur-jalur komunikasi dalam menyampaikan aspirasi secara bijak dan dewasa”, ujarnya di Kantor Humas Unmuh Ponorogo.

Dari awal, aksi tersebut kurang elegan karena seharusnya mereka mewakili kelompok, organisasi atau komunitas yang jelas dalam menyampaikan tuntutan, sehingga mereka tidak jelas mewakili elemen mana, sambung pria yang akrab dipanggil Dzul tersebut.




“Tentang tuntutan pergantian rektor, mereka seharusnya membaca peraturan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan melihat fakta di lapangan kalau rektor Unmuh di Malang bisa menjabat 4 periode, rektor Unmuh di Pontianak, di UAD di Yogyakarta dan masih banyak lagi PTM yang rektornya menjabat lebih dari 2 kali dan itu tidak melanggar peraturan yang berlaku di Muhammadiyah, sedangkan rektor yang sekarang bukan atas kehendaknya sendiri untuk menjabat melainkan keputusan pimpinan pusat Muhammadiyah”, urai Dzul.

Untuk tuntutan perbaikan fasilitas, fasilitas yang mana yang kurang memadai, memang untuk akses internet kita menggunakan proxy yang bertujuan selain pengamanan data internal kampus juga menjaga karakter mahasiswa Unmuh dari derasnya arus media sosial sehingga akses you tube dan media sosial kita blokir, ini yang harus dipahami oleh mereka, sambung Master lulusan Undip ini.

“Selain itu, tuntutan para mahasiswa yang ingin dilibatkan dalam kegiatan kampus akan kami akomodir dalam UKM yang telah ada, meskipun Rektor mengatakan bahwa kita seperti pakaian yang cingkrang, yang artinya ditutup satu bagian maka terbuka bagian yang lain namun kita bisa bersaing dengan PTM yang lain dalam menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan, dengan bahasa sederhana, fasilitas yang kita berikan diatas dari standar”,lanjut Dzul.
Untuk itu, menindaklanjuti aksi hari ini, rektor mengundang perwakilan mahasiswa untuk berdialog dalam menemukan solusi terbaik sehingga keinginan semua pihak dapat terakomodir namun tidak menciderai pihak yang lain, sekali lagi kami tidak melarang aksi seperti ini namun selama pintu dialog bisa dilakukan mengapa tidak dilakukan, toh tujuannya sama untuk menyampaikan aspirasi, pungkas Dzulkarnain. (YAH)