Api Berhasil Dipadamkan, 575 Los Pedagang Pasar Songgolangit Terdampak Kebakaran

oleh
Tim PMK memadamkan api yang berkobar di pasar songgolangit Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo).
Tim PMK memadamkan api yang berkobar di pasar songgolangit Ponorogo. (Foto: BPBD Ponorogo).

PONOROGO, Madiunraya.com – Unit Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur kewalahan mengatasi kebakaran hebat yang melanda pasar besar “Songgolangit”, Minggu malam, karena minimnya sarana PMK yang dimiliki daerah tersebut.

Dari total jumlah pedagang sebanyak 1168 orang yang terdiri dari 1103 los/petak dan 65 pertokoan, sebanyak 575 los terdampak kebakaran, yang terdiri di lantai 1 bagian selatan 241 los dan lantai 2 bagian selatan ada 334 los. Kebakaran pun bisa dipadamkan pada Senin (15/5/2017).

Adapun, jumlah kendaraan damkar dan tangki keseluruhan yang turut memadamkan yaitu 15 yang terdiri dari 7 damkar dan 8 tangki air dari Ponorogo, Madiun, Magetan, Trenggalek, dan Wonogiri.

“PMK Ponorogo armadanya sangat terbatas dan tua. Sekarang ini nampak sekali bahwa PMK kami kewalahan menghadapai kebakaran pasar Songgolangit yang sedang terjadi ini,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di Ponorogo, Minggu malam.

Ia mengakui armada PMK Ponorogo yang hanya dua unit sangat tidak relevan untuk menangani kasus kebakaran besar seperti yang melanda pasar Songgolangit saat ini.

Selain jumlahnya yang sangat kurang, kemampuan mesin penyemprot air pada masing-masing unit PMK sudah jauh menurun. Akibatnya, api yang melahap bangunan dua lantai Pasar Songgolangit sulit dipadamkan.




Ipong mengatakan saat ini tim BPBD telah berkoordinasi dengan jajaran BPBD beberapa daerah tetangga seperti kota/Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek maupun daerah sekitarnya.

“Saya sebenarnya pada tahun anggaran 2016 kemarin sudah mengajukan penambahan armada (PMK). Namun karena saat itu dianggap masih belum prioritas sehingga rencana (penambahan) ditangguhkan,” kata Ipong.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo Sumani. Menurut dia, upaya pemadaman selain terkendala jumlah armada yang kurang juga terhambat oleh banyaknya warga yang menonton serta angin kencang.”Saat ini sebagian unit PMK dari daerah tetangga masih dalam perjalanan,” katanya.

Soal penyebab kebakaran, baik Sumani maupun Bupati Ipong Muchlissoni belum bisa memastikan. Jika Ipong sempat menduga penyebab karena arus pendek atau konseleting listrik, Sumani berspekulasi api berasal dari kompor pedagang warung di area lantai bawah pasar.

“Sementara ini kami masih meraba-raba, apa penyebab pastinya. Bisa juga karena di bawah itu banyak pedagang makanan yang memasak makanan/minuman atau bisa juga karena faktor konseleting. Kami belum bisa pastikan,” ujarnya.

Namun Sumani menduga, sumber api berasal dari lantai bawah yang kemudian merembet ke lantai dua sehingga terjadilah kebakaran hebat tersebut. Kebakaran di pasar besar Songgolangit diketahui warga pada Sabtu (13/5) sekitar pukul 20.00 WIB yang bermula dari kepulan asap tebal lalu diikuti kobaran api yang terus membesar.

Dua unit PMK satu berukuran sedang satu berukuran kecil kemudian datang sekitar 15 menit kemudian dan langsung melakukan upaya penyembrotan di titik-titik api, namun gagal. (MR01/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *