Parah, Oknum PNS Dindik Madiun Kepergok Hisap Sabu-sabu

Tidak ada komentar 387 views

MADIUN, Madiunraya.com – Umur masuk kepala enam rupanya tidak serta merta membuat Suwito berperilaku lainya orang tua. Nyatanya, lelaki 60 tahun itu masih doyan menghisap sabu – sabu.

Pun, perilaku tak pantas Suwito itu mencoreng citra abdi negara. Pasalnya, warga Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun itu tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan (Dindik) setempat.

Awalnya, oknum PNS itu diamankan anggota Satresnarkoba Polres Madiun lantaran menyimpan sabu – sabu. Namun saat diperiksa, Suwito mengaku telah mengonsumsi bubuk surga itu sejak akhir Desember tahun lalu.

Pertama kali menkonsumsi dirinya hanya mengaku iseng, namun akhirnya justru ketagihan. Perkenalannya dengan barang haram itu diawali saat menghelat hajatan dengan hiburan campursari di rumahnya.

Ketika itu dirinya merasa tidak enak badan. Entah mendapat bisikan setan mana yang membuat dia memutuskan mengonsumsi barang haram tersebut. ‘’Kebetulan waktu itu ada yang nawari, jadi ya mau saja,’’ akunya, dikutip Jawa Pos.




Dalam kurun lima bulan terakhir, tiga kali sudah Suwito mengonsumsi barang haram tersebut. Kendati berjumpa sendiri dengan pengedarnya, dia mengaku tak kenal betul dengan si pemasok.

Transaksi dilakukan di wilayah perbatasan antara kota dan kabupaten sehingga dia tak tahu-menahu alamat si pemasok. Setiap kali pakai, Suwito harus menebusnya dengan harga Rp 300 ribu. ‘’Saya pakai sendiri. Tidak saya jual lagi,’’ terangnya.

Kasubbag Humas Polres Madiun AKP Paidi mengatakan, Suwito ditangkap sekitar pukul 21.15 di ruang tamu rumah SKO, warga Dusun Bugangin, Desa Banjarsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jumat (28/4) lalu.

Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas polisi mendapati dua bungkus plastik berisi bubuk kristal putih di kemeja Suwito. Selain itu, anggota Satresnarkoba juga mendapati alat penghisap sabu.

Lantaran lokasi penangkapan tak jauh dari rumah tersangka, petugas lantas menggelandang Suwito menuju rumahnya. Benar saja, dari rumah Suwito petugas kembali menemukan alat penghisap serta plastik klip bekas pembungkus sabu. ‘’Kami juga mengamankan dua bungkus sabu-sabu dengan total 1,7 gram,’’ imbuhnya.

Penangkapan tersebut sebenarnya berawal dari laporan masyarakat sekitar yang merasa resah karena desa mereka kerap dijadikan tempat pesta narkoba. Mendapat laporan itu, petugas satresnarkoba tak tinggal diam.

Mereka lantas melakukan penyelidikan dan pengamatan. Atas perbuatannya, Suwito terancam pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ‘’Ancaman kurungannya minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun,’’ terangnya.