341 Jiwa Mengungsi Antisipasi Retakan Tanah Meluas di Dayakan Ponorogo

oleh
Para pengungsi longsor di Dayakan Ponorogo.
Para pengungsi longsor di Dayakan Ponorogo.

PONOROGO, Madiunraya.com – Potensi ancaman longsor makin meningkat di wilayah Ponorogo. Tanah retak disertai bunyi gemuruh di Desa Dayakan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo  menyebabkan jumlah pengungsi bertambah.

Jika pada awalnya pengungsi dari Dusun Watuagung Desa Dayakan  berjumlah 249, saat ini bertambah menjadi 341 jiwa menyusul adalah dentuman suara  gemuruh  sangat keras sebanyak 21 kali pada Senin (10/4/2017).

Menurut keterangan Kepala Humas dan Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lebar tanah yang retak mencapai sekitar panjang 300 meter, lebar 40 centimeter dan kedalaman 3 meter di Watuagung. Warga terdampak sebanyak 91 orang yang berlokasi di Dukuh Kliur RT. 8  yang berada langsung di bawah Dusun Watuagung  ikut mengungsi sehingga keseluruhan  pengungsi berjumlah 341 orang.

Sebanyak 22 unit rumah rusak dari total 69 unit rumah yang terdampak sehingga penghuninya dikosongkan seluruhnya. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di rumahnya dan di sekitar daerah terlarang untuk mengantisipasi kemungkinan longsor.

Selain itu, Sutopo mengatakan bahwa seluruh pengungsi ditempatkan 2 tenda pengungsi, SD 2 Dayakan  dan rumah penduduk yang ditunjuk sebagai tempat pengungsian yakni rumah Mariman, Sriyono, Nyaman, Mujoko, Siman, Giyanto. BPBD Ponorogo telah mendirikan Posko di Balai Desa Dayakan. Pemantauan dan koordinasi dilakukan bersama dengan Muspika dan Perangkat Desa.

BPBD bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat memberikan bantuan logistik, tenda, tikar, selimut, terpal, kebutuhan air bersih, MCK dan lainnya. BMKG Tretes Malang telah memasang seismograf untuk mendeteksi gempa dan getaran tanah.

Adapun, Sutopo mengatakan bahwa kebutuhan mendesak adalah kebutuhan keperluan balita, keperluan mandi, pakaian layak pakai, pelayanan kesehatan, sanitasi dan lainnya. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *