Longsor Ponorogo: Seorang Warga Melahirkan Saat Mengungsi

oleh
Lina melahirkan di Puskesmas Pulung. (Foto: BNPB)
Lina melahirkan di Puskesmas Pulung. (Foto: BNPB)

PONOROGO, Madiunraya.com  — Lina Royani (38), salah satu korban warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo menjalani proses persalinan di Puskesmas Pulung, Minggu (2/4/2017) dini hari kemarin.

“Saya sempat ikut kabur saat longsor menerjang desa, kemarin (Sabtu),” kata perempuan yang warga Desa Banaran yang sempat mengungsi dalam kondisi hamil tua tersebut dikonfirmasi di Puskemas Pulung, Minggu (2/4/2017).

Dia mengaku sebenarnya rumahnya tidak tersentuh langsung material longsor. Namun lokasi bencana berada persis di bagian atas kediamannya, berjarak kurang dari 50 meter.”Kami semua ikut kabur karena kondisi yang membahayakan,” katanya.

Sempat mengungsi di tempat aman, Lina kemudian mengeluh mulas di bagian lambung dan sempat mengalami pendarahan.”Beruntung warga dan tim medis mengetahui Seketika sehingga saya segera dibawa ke puskesmas untuk menjalani perawatan hingga proses persalinan semalam,” ujarnya.

Lina Royani melahirkan bayi normal berjenis kelamin laki-laki dengan bobot tiga kilogram dan panjang 60 centimeter.”Kami belum sempat memberi nama, masih senang akhirnya bisa melahirkan dengan selamat dan bayi sehat,” katanya.

Lina mengaku bahagia karena kelahiran bayi sehat. Namun ia juga merasakan susah karena menyaksikan keadaan rumah kerabat dan tetangganya yang hancur. Kendati rumahnya tidak ikut rusak, Lina mengaku tidak berani kembali ke tempat tinggalnya karena kondisi di desanya belum aman dan rawan logsor susulan.




Sementara, hingga hari ini, Senin (3/4/2017), pencarian korban tertimbun longsor di Ponorogo, memasuki hari kedua. Sekira 1.700 tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari korban yang masih hilang.

Pencarian hari kedua ini dimulai sekira pukul 08.00 WIB. Karena luasnya area longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung itu mencapai 2 kilometer, pencarian dibagi dalam tiga kelompok.

Di area hutan dikerahkan dua kelompok, sementara satu kelompok lagi di area perumahan. Enam alat berat diturunkan untuk memperbudah pencarian, di samping pencarian secara manual.

“Ada tiga titik yang disasar. Titik A, B dan C, pencarian secara manual dengan cara, petugas menelusuri aliran sungai, harapannya korban korban yang tertimbun bisa segara ditemukan,” kata Kapten Inf Catur, koordinator kelompok C di lokasi, Senin (3/4/2017).  (MR01/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *