BNPB: 35 KK dan 128 Jiwa Terdampak Longsor di Ponorogo

Material longsor menimbun rumah di Desa Banaran Pulung Ponorogo. (Foto: BNPB)

PONOROGO, Madiunraya.com – Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengkonfirmasi total korban bencana alam tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sebanyak 35 KK dan 128 jiwa. Data di posko darurat mencatat 28 orang masih tertimbun, sementara tiga orang selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.

“Sebanyak 35 KK yang terdiri dari 128 jiwa terdampak longsor di Ponorogo, rinciannya 100 orang selamat dan 28 orang hilang. Evakuasi dilanjutkan,”kata Sutopo pada Minggu (2/4/2017) melalui akun twitternya.

Menurut Sutopo, efek dari bencana tanah longsor berujung maut itu memiliki panjang lidah longsor sekitar 1 km dari mahkota longsor.

Saat ini, kata Sutopo, bantuan terus berdatangan untuk bantu korban longsor. Selain itu, kondisi material longsor tebal dan rombakan.

Tim SAR gabungan akan memulai proses pencarian korban hilang dengan cara menggali material tanah longsor. Proses ini perlu membutuhkan perjuangan ekstra, mengingat ketebalan material longsor mencapai lebih dari 10 meter.

“Bantuan terus berdatangan untuk penanganan longsor Ponorogo. Akses jalan sempit dan macet. Evakuasi korban dilanjutkan,”ujarnya lagi.




Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membuka dapur umum, logistik, pengerahan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dan taruna siaga bencana (tagana) sudah diturunkan. “Selain itu, saat ini Dinas PU Bina Marga Prov Jatim sedang mengirim dua buah excavator, yang kecil diambilkan dari UPT Bina Marga di Madiun, sedangkan ekscavator yang besar disewakan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto.

Langkah Pemprov Jatim ini memperkuat penanganan bencana longsor oleh posko BPBD, yang bersama TNI, polisi, tagana, relawan dan masyarakat yang masih melakukan evakuasi korban. Saat ini Kepala BPBD Prov Jatim, Sudarmawan, berada di lokasi.

Saat ini, sebanyak lima alat berat (excavator) sudah tiba di lokasi tanah longsor. Petugas gabungan akan melanjutkan proses evakuasi terhadap 28 warga yang dilaporkan hilang.

Kehadiran alat berat tersebut akan membantu petugas gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Ponorogo, Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan elemen masyarakat lainnya, untuk mengevakuasi warga yang dikabarkan hilang dan diduga tertimbun longsor.

Sementara, terkait korban hilang, posko bersama tanggap darurat bencana longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo telah mengeluarkan data resmi korban-korban yang dinyatakan hilang. Para korban terdiri dari 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

Komandan Tim Basarnas, Yoni Fareza, Minggu (2/4/2017) mengatakan, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.

Berikut data korban hilang yang dihimpun Madiunraya.com dari posko bersama tanggap darurat:

  1. Jadi (L) 40 tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48 tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Iwan (L) 30 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Katmi (P) 70 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Suyono (L) 35 tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Suroso (L) 35 tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Kateno, (L) 55 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Litkusnin (L) 60 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Bibit (P) 55 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Poniran (L) 45 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Prapti (P) 35 tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Misri (P) 27 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Anaknya Misri, (P) 3 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Cikrak (P) 60 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Mujirah (P) 50 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  27. Suyati (P) 40 tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  28. Purnomo (L) 26 tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung