RAWAN TERJANGKIT, DINKES SOSIALISASI TUBERCULOSIS DI RUTAN PONOROGO

Ponorogo-WWW.MADIUNRAYA.COM
Puluhan warga binaan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas II b Ponorogo mendapat pembinaan dan sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo terkait penyakit Tuberculosis atau TB dengan tajuk “Sosialisasi TN dan Penemuan Kasus TB Dinas Kesehatan Ponorogo”, di Aula Rutan Ponorogo, Kamis (23/03).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ponorogo dr Yayuk Dwi Wahyuni Kushartati berserta jajarannya, Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo, Taufiqul Hidayat, MH dan warga binaan Rutan kelas II b Ponorogo.

Dalam sambutannya, Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo, Taufiqul Hidayat, MH menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik atas perhatian yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Ponorogo terhadap warga binaan yang ada. “Termasuk kunjungan dokter setiap hari Jum’at yang memeriksa kondisi kesehatan warga binaan. Atas kegiatan ini kami mengharapkan tingkat kesehatan warga binaan tetap terjaga sampai dengan saat bebas nanti”, ujar Taifuqul yang diamini warga binaan.
Selain itu dengan acara sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap keberadaan penyakit TB dan solusinya, jangan sampai karena tidak ada yang paham ada warga binaan yang terjangkit penyakit TB dan tidak mendapat pelayanan yang maksimal sehingga merugikan warga binaan yang bersangkutan, sambung Taufiqul.
“Saya berharap seluruh warga binaan untuk fokus dalam menyerap materi yang disampaikan. Kedepan apabila ditemukan ciri-ciri warga binaan yang terindikasi terjangkit penyakit TB agar dengan segera melaporkan kepada petugas sehingga mendapatkan perawatan yang maksimal”, pungkas Taufiqul.



Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ponorogo dr Yayuk Dwi Wahyuni Kushartati mengatakan bahwa pihaknya terus mensosialisasikan TB dan menemukan kasus TB sebagai upaya menjadikan Indonesia dan Ponorogo bebas penyakit TB. “Dari tahun ke tahun grafik penderita TB terus menurun, tahun 2015 masih ada 5.395 yang terduga terjangkit TB, tahun 2016 ada 795 penderita, alhamdulillah di awal tahun 2017 ini belum kita temukan kasus TB, semoga tahun ini tidak ada”, jelas dr Yayuk.
Kita melakukan sosialisasi di Rutan dikarenakan padatnya penghuni setiap ruang tahanan dengan latar belakang yang berbeda, jika belum memahami seluk beluk penyakit TB maka akan cepat menular, sambung dr Yayuk.
“Selain itu kita terus bersosialisasi di setiap elemen dan komunitas, seperti sekolah, pondok pesantren, masyarakat desa, lingkungan pemerintahan dan lain sebagainya, dengan harapan masyarakat semakin memahami penyakit ini dan mampu menghindarinya”, pungkas dr Yayuk. (GIN)