DISNAKER DIMINTA BERKOMUNIKASI DENGAN PPTKIS

oleh

Ponorogo-www.madiunraya.com
Salah satu faktor tingginya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ponorogo didongkrak oleh tingginya minat warga Ponorogo untuk menjadi TKI ke luar negeri. Perputaran uang dan naiknya daya konsumtif warga Ponorogo juga disebabkan belanja langsung maupun tidak langsung oleh para TKI dan keluarganya. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Operasional PT Tulus Widodo Putra, Joko Purnomo, SE di ruang kerjanya, Senin (13/02).
Sebagai salah satu Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang berpusat di Ponorogo, pihaknya menyayangkan statemen yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui kepalanya, HM Bedianto, SH beberapa waktu yang lalu terkait skorsing PJTKI baik yang berijin kantor pusat, kantor cabang maupun UP3. “Kami sebagai PPTKIS tidak dimintai keterangan sehingga walaupun tanggal 20 Januari 2017 kemarin PT Tulus Widodo Putra sudah dicabut skorsingnya, namun tanggal 23 Januari PT kami malah dimasukkan kedalam PT yang terkena skorsing”,ungkap Jack, panggilan akrab Joko Purnomo.
Memang selama hampir sebulan kami diskorsing oleh Kementerian Tenaga Kerja akibat perbedaan data antara jumlah TKI yang berangkat ke luar negeri dengan jumlah TKI yang tercatat di KJRI negara setempat, hal tersebut terjadi karena keberangkatan TKI yang unprosedural, namun setelah diverifikasi secara detail, PT Tulus Widodo Putra tidak pernah memberangkatkan TKI secara ilegal, jelas Jack.

“Untuk itu kami meminta Disnakertrans Kabupaten Ponorogo untuk terus mengayomi perusahaan PJTKI yang ada di Ponorogo dengan terus berkomunikasi dan berkoordinasi seperti ayah dan anaknya, karena kami saling membutuhkan”,lanjut Jack.



Jangan sampai kejadian yang kemarin terulang kembali, karena akan menimbulkan polemik di masyarakat, terutama para TKI yang mendaftar di tempat kami dan keluarganya. Seharusnya sebelum mengeluarkan statemen yang menyangkut PJTKI dikonfirmasikan kepada yang bersangkutan, sehingga informasi yang keluar benar-benar matang yang tidak menimbulkan polemik dan keresahan bagi masyarakat, harap Jack.
“PT Tulus Widodo Putra, yang beroperasi mulai tahun 2012 secara kontinyu memberangkatkan kurang lebih 1000 tenaga kerja setiap tahunnya dengan tujuan yang paling banyak ke negara Taiwan dan Hongkong”, lanjut Jack.
Sekali lagi kami tegaskan kepada masyarakat bahwa, PT Tulus Widodo Putra sudah dicabut skorsingnya, sehingga bagi warga masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri melalui PT kami tidak usah ragu-ragu. Terlebih kami merupakan PT yang berpusat di Ponorogo, berdasarkan peraturan hanya PT pusat yang berhak memberangkatkan langsung ke luar negeri. Jadi, para TKI yang berangkat melalui PT Tulus Widodo Putra tidak perlu lagi dikirim ke kota lain saat berangkat, namun langsung ke bandara dan ke negara tujuan. Dalam keseharian kami juga mengedepankan prinsip kekeluargaan sehingga rasa nyaman dan persaudaraan sangat kami utamakan, pungkas Jack. (YAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *