Wagub Jatim Bantu Cari Solusi Nasib Tenaga Kontrak di SMA/SMK

oleh

SURABAYA, Madiunraya.com – Setelah dialihkan wewenangnya dari kabupaten/kota ke provinsi sesuai dengan amanat UU Nomor 23 tahun 2014, nasib tenaga kontrak (outsourcing) yang dipekerjakan di SMA/SMK belum jelas.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur  Saifullah Yusuf menyatakan akan turut membantu mencarikan solusi atas persoalan tersebut. “Prinsipnya harus ada solusi. Pengembalian tenaga outsourcing itu sesuai dengan tuntutan mereka. Kalau Pemkot bisa menerima, ya kita kembalikan. Jika tidak bisa tetap upayakan solusi terbaik,” katanya saat bertemu sembilan orang perwakilan tenaga kontrak yang dipekerjakan SMA/SMK Surabaya, di Kantor Gubernur Jatim, baru-baru ini.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan bahwa nantinya solusi yang akan disepakati harus tetap mengacu pada aturan yang ada. Ia berjanji akan segera mempelajari persoalan ini dan merumuskan solusi yang tidak merugikan masing-masing pihak.

“Jika memang memungkinkan, besok sudah bisa ditindaklanjuti. Atau setidaknya para tenaga kontrak ini dipanggil kembali untuk diajak bicara dan difasilitasi untuk berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kalau ada kendala, kendalanya diurai, prinsipnya kita ingin teman-teman tidak kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.




Dalam hal itu, pengembalian tenaga kontrak ke Pemkot Surabaya, sambungnya, menjadi opsi pertama, apabila nantinya tidak memiliki landasan hukum dan tidak bisa dikembalikan maka bisa dicarikan solusi lainnya.

Misalnya komunikasi dengan kepala sekolah untuk bisa dipekerjakan kembali. Selain itu bisa saja dipekerjakan di unit unit dinas. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur H Soekarwo menegaskan bahwa tenaga kontrak bukan tanggung jawab pemerintah, mereka menjadi tanggung jawab setiap sekolah atau bagian yang terpisah dari ASN. Hal tersebut sesuai dengan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu UU Nomor 5 Tahun 2016. (MR01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *