Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Kukur Ngawi

oleh

NGAWI, Madiunraya.com – Seorang bocah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan tewas akibat tenggelam saat bermain dan mandi di sungai bersama sejumlah temannya.

Korban adalah Eka Surya (10) warga Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Anak dari pasangan Yatno dan Suci tersebut tenggelam di Sungai Kukur yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun.

“Jasad korban ditemukan petugas dan warga yang melakukan pencarian sekitar 100 meter dari lokasi ia tenggelam,” ujar saksi warga setempat, Kadir kepada wartawan, Senin.

Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi saat korban Eka yang masih bersekolah di kelas empat tersebut bermain di sungai bersama enam orang temannya. Saat korban berenang ke tengah sungai, salah satu temannya melihat korban terbawa arus dan hilang.

Para teman korban lalu berteriak meminta tolong ke warga sekitar yang langsung memberikan pertolongan. Namun, sayang, korban tidak dapat ditemukan karena tenggelam.




“Saya mendengar ada beberapa anak berteriak meminta tolong. Ternyata ada temannya yang tenggelam terseret arus sungai,” kata Kadir.

Kadir lalu memanggil warga lainnya dan ada yang melapor ke kantor polsek setempat. Korban baru dapat ditemukan beberapa jam kemudian sudah dalam keadaan tewas.

Jasad korban lalu dievakuasi oleh petugas BPBD Ngawi, polsek, dan koramil setempat. Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Kwadungan dan petugas polsek setempat, dinyatakan korban tewas murni akibat tenggelam.

Kapolsek Kwadungan AKP Suparno mengatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan. Sebab, dari hasil visum paru-paru korban terisi air. Sedangkan tubuh korban tidak mengalami luka akibat kekerasan akibat tindak penganiyaan.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” kata AKP Suparno.

Setelah itu, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Ia meminta agar seluruh orang tua mengawasi aktivitas anaknya. Diimbau, jangan sampai anak-anak bermain di lokasi berbahaya tanpa pengawasan ketat. (MR01/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *