Barno, Mantan TKI yang Jadi Kades dan Konseptor Pupuk Organik

oleh

PONOROGO, Madiunraya.com – Rahardi Subarno, mantan TKI yang bekerja di Malaysia, kini dengan konsep membuat Pupuk Organik yang berbahan dasar kotoran sapi berhasil menjadi Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Tidak heran jika banyak orang yang menyebutnya dengan “Lurah Tlethong”. Namun dengan bangga dia menuturkan, ” Saat ini saya makan tlethong, macung lurah juga dari tlethong, beli mobil pakai tlethong, bahkan hidup keluarga juga dari tlethong”, ujarnya.

Selepas jadi TKI di Malaysia saya dendam dengan warga Malaysia dan ingin suatu saat jika saya punya perusahaan dan produk yang diminati banyak orang saya ingin mempekerjakan orang Malaysia, tutur Kades Bringinan tersebut.
“Untuk itu, semenjak mendapat pelatihan pupuk organik di Bogor tahun 2003, saya terus mengembangkan bagaimana Pupuk Organik yang saya konsep diterima oleh petani dan pasar di Ponorogo khususnya,”sambung Barno.


Pupuk organik ini berbahan dasar dari kotoran sapi atau tlethong yang kita ramu dengan biang atau bio yang juga kita ciptakan sendiri dari fermentasi dari sampah sampah organik yang banyak kita temukan di sekeliling kita, jelas Barno.

“Sampai dengan saat ini kita sudah bisa memproduksi pupuk organik sebanyak 400 ton pertahun dan mampu mencukupi 5 desa di sekitar Desa Bringinan, Insya Alloh akan terus kita tingkatkan kapasitas produksi kita dengan membangun gudang dan menjalin kemitraan-kemitraan dengan praktisi pupuk organik yang terus kita latih”, jelas Barno.

Harapan saya, dengan adanya produksi pupuk organik di Ponorogo, selain membuat lahan pertanian dapat terus produktif dan terjaga kesuburannya, kita juga memiliki pengusaha-pengusaha yang pasti laba, karena hanya bermodal kotoran sapi atau sampah organik dapat kita olah menjadi barang bernilai dan berharga. Saat ini setiap sak atau 40 kg kita jual seharga Rp 25.000,-,pungkas Barno. (yah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *