Pesinden Asal Ponorogo Masuk Final Sinden Idol 3

Tidak ada komentar 781 views

Sinden Idol, Foto: Humas Unnes

SEMARANG, Madiunraya.com – Universitas Negeri Semarang kembali menggelar ajang pencarian bakat sinden muda, yakni “Sinden Idol” yang tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang ketiga. Audisi telah digelar di Kampung Budaya Unnes, Sekaran, Gunungpati, Semarang, pada Selasa, 13 Desember 2016, sementara final pada Minggu, 18 Desember 2016 di tempat yang sama.

Untuk persyaratan peserta, kata Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu, usia antara 13-27 tahun, berkewarganegaraan Indonesia, dan membayar kontribusi sebesar Rp50 ribu. Materi-materi dalam audisi, di antaranya peserta diwajibkan “nembang” atau mempraktikkan teknik “sindenan” dan harus menjawab pertanyaan juri mengenai seputar dunia kesindenan.

Setelah babak audisi, sebanyak 10 finalis ajang “Sinden Idol 3″ berebut menjadi juara kompetisi sinden.”Ada 45 sinden yang mengikuti tahap audisi. Kami saring jadi 10 finalis untuk maju babak final,” kata Ketua Panitia Sinden Idol 3 Agus Nuryatin di Semarang, Selasa malam.

Ia menjelaskan audisi sinden yang sudah ketiga kalinya digelar Unnes itu diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kesepuluh finalis itu, adalah Eka Prihatiningsih (Sragen), Sri Sekar Rabulla (Jombang), Tri Utari (Ponorogo), Dita Intawati (Banyuwangi), dan Nugraha Pawesti (Semarang).


Kemudian, Mayang Anjarsari dari Blora, Riris Kumalasari juga berasal dari Blora, Maya Yuanita (Kudus), Surati (Rembang), dan Mambaul Khasanah dari Trenggalek, Jatim. “Kami berharap, siapa pun juaranya (Sinden Idol 3, red.) nantinya dapat menjadi teladan dan idola bagi sinden-sinden muda lainnya,” kata Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu.

Ia menjelaskan sinden juga harus memiliki pengetahuan yang cukup sehingga bisa dijadikan sebagai panutan bagi lingkungan sekitarnya, baik dari sisi kemampuan maupun kehidupan sehari-hari.”Ajang ini (Sinden Idol, red.) tidak hanya diharapkan mampu menghasilkan sinden muda berbakat, namun juga sinden yang memiliki pengetahuan cukup sehingga mampu menjadi panutan,” katanya.

Selain itu, kata Agus, Sinden Idol diharapkan bisa menjadi barometer sinden muda berbakat yang mampu mengajak menanamkan nilai luhur budaya Jawa melalui olah seni dan kehidupan bermasyarakat.

Sinden Idol pertama kalinya digelar Unnes pada 2012 yang diikuti ratusan peserta. Lina Rohmiyati asal Wonogiri tampil sebagai juara I, sementara Sinden Idol 2 dijuarai Dhesy Purnawati, alumnus Unnes.

Untuk tahapan final yang menentukan pemenang kompetisi itu, lanjut dia, dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Desember mendatang di Kampung Budaya Unnes, Sekarang, Gunungpati. Menurut dia, Sinden Idol secara strategis tidak hanya menjadi ajang pencarian sinden yang mumpuni secara keterampilan menyinden, tetapi juga perilaku dan penghayatan nilai budaya Jawa. 

Saat audisi, kata Agus, para peserta diajak untuk berinteraksi, salah satunya dengan pertanyaan mengenai aktivitas yang mereka tekuni dan penghayatan terhadap dunia persindenan. “Kalau untuk teknik menyinden, aspek penilaian didasarkan pada perbendaharaan cengkok, pengetahuan irama, dan gending,” tambah Widodo, salah satu juri Sinden Idol 3.

Sebelum menghadapi final, 10 peserta itu akan menjalani pelatihan tentang keterampilan menyinden dan penghayatan profesi, mulai sikap, cara berjalan, berbicara, hingga nembang. (MR01/antara)