Doa Bersama 212 yang Mirip dengan Ibadah Haji

Tidak ada komentar 210 views

aksi-damai1JAKARTA, Madiunraya.com – Meski tempat berbeda, aksi doa bersama bela Islam jilid III 212 di Monumen Nasional (Monas),Jakarta pada Jumat, suasananya terasa seperti sedang melaksanakan ibadah puncak ritual haji di Padang Arafah.

Setidaknya, bagi yang pernah menunaikan ibadah haji, maka menyaksikan kumpulan umat Islam dalam hamparan duduk bersama di Silang Monas, terasa mengembalikan ingatan tatkala sedang berada di Padang Arafah.

Terlebih menyaksikan beberapa ruas jalan di sekitar Monas pun penuh. Sepanjang Jalan MH Thamrin (mulai Bundaran HI-hingga Bank Indonesia), termasuk Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Kebon Sirih penuh sesak. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut tidak membuat jemaah meninggalkan tempat.

Massa tetap berada di lokasi, melaksanakan shalat Jumat dan mendengarkan tausiah dari para ulama.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ikut bergabung shalat Jumat. Ini diluar dugaan. Tentu saja membuat pengawalan presiden bekerja ekstra ketat.

Jokowi menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan massa yang menyampaikan doa untuk keselamatan bangsa. Ia pun memberi apresiasi kepada massa karena dapat menjaga ketertiban selama aksi super damai tersebut berlangsung.




Sebelumnya Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf dan sejumlah menteri berjalan dari Istana Kepresidenan menuju Silang Monas.

Usai melaksanakan shalat Jumat, Presiden sempat memberikan pernyataan singkat yang isinya mengucapkan terima kasih kepada para ulama dan masyarakat atas acara yang berlangsung tertib.

Jumlah massa pada aksi tersebut diperkirakan jauh lebih besar dari aksi damai 411.

Bisa jadi, jumlahnya mencapai satu juta orang lebih. Pergerakan massa aksi dua bersama ini sudah dapat dirasakan sejak Pukul 06.00 WIB. Beberapa ruas jalan menuju Monas dihiasi barisan pawai aksi mengenakan pakaian serba putih. Mereka di antaranya ada yang mengenakan sorban dan juga kopiah putih. Bendera Merah Putih juga ikut dibawa, berjalan bergerombol dengan mendapat pengawalan dari aparat keamanan.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga mengakui, suasana doa bersama 2 Desember 2016 di Monas, Jakarta seperti pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah, Arab Saudi.

“Kita merasakan betapa indahnya Islam. Kita merasakan bagaimana suasana hari ini seperti suasana pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah,” kata Tito.

Tito menyatakan semua umat Islam berkumpul di sini dengan suasana damai dan tenteram serta membahagiakan.

“Panitia meminta kepada kepolisian untuk memfasilitasi kegiatan di sini sehingga bisa terakomodir dengan baik,” ucap Tito.

Pada kesempatan itu ia pun meminta massa aksi doa bersama 2 Desember 2016 mendukung proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama.

“Saya sangat mohon dukungannya,” katanya.

Kapolri meminta massa untuk doa bersama agar proses hukum terhadap Ahok terus berjalan.

“Mari kita berdoa bersama-sama, semoga proses hukumnya terus berjalan, kami akan terus kawal,” ucap Kapolri.

Suasana lain Beberapa gedung perkantoran di sekitar Monas Jakarta Pusat digunakan untuk shalat Jumat berjamaah oleh massa doa Bersama. Seperti di halaman Gedung Wisma Antara di Jalan Medan Merdeka Selatan. Para jamaah menggelar sajadah meski dalam suasana hujan.

Pengelola gedung Wisma Antara yakni PT ANPA International telah menyiapkan beberapa keperluan untuk jamaah yang melaksanakan shalat Jumat.

Pihak pengamanan gedung Wisma Antara mempersilahkan jamaah yang hendak melaksanakan shalat Jumat untuk ke lantai tiga gedung. Komisaris PT. ANPA International, Hempi Prajudi mengatakan sejak Kamis pihaknya sudah melakukan rapat untuk membuka sejumlah fasilitas gedung untuk dipakai oleh peserta aksi doa Bersama.

Sementara itu, peserta doa bersama yang akan bergerak ke Monas, Jakarta memadati jalan seputar Tugu Tani, sejak Jumat pagi. Arus kendaraan menuju Monas tidak bergerak sedikit pun. Bahkan, kendaraan roda dua yang melintasi beberapa kali harus memutar untuk mencari jalan menembus ke arah Monas dan Harmoni.




Banyak pengguna kendaraan roda dua terpaksa memarkir kendaraannya di dekat Stasiun Gondangdia dan Masjid Cut Meutia. Kemudian, mereka berjalan kaki menuju Monas.

Sekitar Jalan Kebon Sirih juga macet. Massa bergerak berjalan kaki melintasi kawasan itu.

“Saya sudah beberapa kali memutar tapi tidak bisa melintas. Di Tugu Tani juga ditutup,” kata salah seorang pengendara bermotor.

Tidak hanya itu, peserta aksi doa bersama juga memadati Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Massa berjalan kaki dari arah Jalan Matraman Raya dan Jalan Pramuka ke arah Senen dan Tugu Tani.

Peserta doa bersama memadati setengah badan jalan sehingga mengakibatkan kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor.

“Kramat sudah ramai sejak pagi, jam 06.00 (WIB) sudah banyak yang jalan kaki ke Monas,” kata salah seorang petugas keamanan di dekat kantor pusat Pegadaian.

Selain berjalan kaki, beberapa peserta aksi doa bersama juga bertolak ke Monas menggunakan kendaraan bermotor seperti motor dan angkutan umum. Kebanyakan peserta aksi merupakan warga Jakarta yang pergi ke Monas jalan kaki bersama komunitas masyarakat di tempat tinggalnya.

Mereka juga terlihat membawa spanduk, poster, dan bendera sambil meneriakkan yel-yel.

Dukungan TNI Dan, untuk memberikan rasa nyaman aksi doa bersama itu, TNI mengerahkan sebanyak 40 satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu aparat kepolisian . Pasukan yang di-BKO-kan ke kepolisian merupakan permintaan resmi Polda Metro Jaya untuk memastikan keamanan aksi damai.

“Kita mem-BKO-kan ke Polda sebanyak 40 SSK. Ini sesuai permintaan Polda,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, di Jakarta, Jumat.

Satu SSK kurang lebih 100 orang. Untuk penempatan, kata Kapuspen TNI, pihak Polda yang mengatur semuanya.

Kendati sudah mem-BKO-kan 40 SSK pasukan, TNI sendiri mengaku siap jika dibutuhkan untuk penambahan pasukan oleh kepolisian. Kesiapan TNI untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pun sudah berkali-kali ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Kita juga siap-siaga. Bila Polri butuh menambah kekuatan, kita siap. Tapi, sementara ini yang resmi di-BKO hanya 40 SSK,” ucap Kapuspen TNI.

Pada puncak aksi doa bersama, khatib shalat Jumat di Monas, Jakarta, Habib Rizieq Shihab menyerukan semua elemen masyarakat dan pejabat menghormati semua agama yang ada di Indonesia tanpa terkecuali.

“Semua harus saling menghormati,” kata Rizieq ketika menyampaikan khotbahnya. Usai shalat, peserta juga membersihkan sampah serta koran bekas yang basah. Takbir-takbir selalu dikumandangkan usai shalat Jumat, mengiringi pulangnya peserta.

Setelah selesainya shalat Jumat, kemudian para peserta mulai tertib meninggalkan Monas hingga berita ini diturunkan. Menurut pengamatan Antara, terlihat beberapa santriwati membawa sapu dan tempat sampah membersihkan kawasan Monas.

Beberapa waktu sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa para peserta doa bersama hanyalah menuntut penegakan hukum atas penistaan agama.

“Tidak ada isu penggulingan kekuasaan, tidak ada isu SARA, ini hanya persoalan penegakkan hukum,” kata Hidayat Nur Wahid ketika mengisi tausyiah pada acara doa bersama di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan hari Jumat hanyalah doa bersama dari umat Islam yang peduli dan membela terhadap Al-Qur’an. Ribuan peserta doa nampak telah memenuhi kawasan Monas dengan membawa bekal dan perlengkapan ibadah masing-masing, yang kebanyakan berasal dari luar daerah Jakarta.

Peserta doa bersama terlihat khidmat dan khusuk mengikuti kegiatan doa bersama, dengan beberapa anggota keamanan menjaga barisan-barisan shaf yang telah dipersiapkan.

Puluhan truk pembawa air wudhu juga telah tersedia di berbagai titik di seputar lingkaran Monas untuk memfasilitasi para peserta doa bersama yang ingin menggelar shalat Jumat bersama. Penyanyi religi Opick menilai bahwa aksi doa bersama 2 Desember 2016 membuktikan cinta umat Islam dengan agama.

“Suasananya luar bisa, tenang, dan nyaman, banyak massa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan ada yang didorong pakai kursi roda. Ini bukti cinta kita dengan agama,” kata Opick di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat.

Ia juga merasa terharu dengan adanya massa yang berjalan kaki dari Depok, Bogor, Pulo Gebang, Condet, dan lain sebagainya untuk berkumpul di Monas.

“Islam itu baik, ini merupakan contoh yang baik dengan adanya shalawatan dan dzikir bersama,” ucap Opick.

Berdasarkan pantauan Antara, Opick juga sempat menyanyikan lagu andalannya, yaitu Tombo Ati di hadapan massa aksi doa bersama. (MR01/Antara)