Material Longsor di Jalur Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibersihkan

pembersihan-longsorTRENGGALEK, Madiunraya.com – Pemkab Trenggalek dan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional mulai membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan raya Trenggalek-Ponorogo Km-16 sejak Minggu (27/11) siang menggunakan tiga alat berat jenis eksavator dan dozer.

“Hari ini mulai dibersihkan dan semoga jalur Trenggalek-Ponorogo bisa secepatnya normal kembali,” kata Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto di Trenggalek, Senin.

Ia mengatakan, sedianya normalisasi dilakukan sejak Minggu sore, namun ditunda karena terkendala cuaca yang kembali mengguyur wilayah tersebut.

Menurut Bambang, proses pembersihan material longsor diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari dengan asumsi cuaca cerah.

Hal itu disebabkan banyaknya material batu bercampur tanah liat yang menumpuk di dua titik ruas jalur Trenggalek-Ponorogo, Km-16 dan Km-18.

“Untuk mempercepat proses normalisasi kami kerahkan tiga unit alat berat, dua unit di operasionalkan di sisi barat (arah Ponorogo) dan satu alat jenis eksavator ditempatkan di sisi timur (arah Trenggalek),” kata Bambang.




Menurut Bambang, upaya percepatan normalisasi jalan nasional tidak bisa optimal karena armada pengangkut buangan material longsor terbatas.

“Idealnya ini ada 10 unit armada dump truk yang dioperasionalkan, namun yang tersedia hanya tiga unit,” kata Bambang.

Ia berharap, dengan segala keterbatasan sarana proses pembersihan material longsor berjalan lancar dan akses jalur Trenggalek-Ponorogo kembali normal seperti sedia kala.

“Tentunya juga dengan harapan cuaca mendukung dan tidak terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pengendara dari arah Trenggalek yang hendak menuju Ponorogo maupun sebaliknya memilih jalan memutar melalui jalan sirip jalur pantai selatan dari Trenggalek arah Dongko-Panggul-Pacitan dan diteruskan menuju Kabupaten Ponorogo.

Sedangkan dari arah Ponorogo sebagian memilih alternatif jalur Pacitan-Panggul-Trenggalek atau melalui jalur tengan Ponorogo-Madiun-Nganjuk-Kediri-Tulungagung-Trenggalek.

“Ke Ponorogo ya jalannya macet ada longsoran. Kalau menunggunya tidak lama ya kami tentu pilih menunggu. Tapi kalau lama ya terpaksa cari jalan lain, ya lumayan ada 100 kilometer kalau lewat Panggul-Pacitan,” kata Samelan, salah seorang pengendara yang memilih jalur memutar untuk sampai Ponorogo dari arah Trenggalek. (MR01/antara)