Sukarelawan BPBD Hilang Saat Latihan Susur Sungai

Tidak ada komentar 359 views

bencanaJEMBER, Madiunraya.com – Seorang sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bernama Noveri Eko Purnomo dinyatakan hilang saat melakukan latihan susur sungai di Sungai Suren, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (23/11) sore.

Salah satu rekan korban Rezha Repri Pratama, Kamis, mengatakan latihan susur sungai tersebut merupakan latihan inisiatif dari para sukarelawan sendiri, dan bukan program resmi dari BPBD Jember.

“Awalnya rombongan sukarelawan memulai latihan pukul 13.00 WIB dan terdapat lima sukarelawan yakni saya, mas Noveri, Aditya, mas Muji, dan Aldo,” katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Jember.

Dalam latihan itu, formasi yang digunakan yakni korban Noveri dan Aditya berada di depan, Rezha berada di tengah, sedangkan Muji dan Aldo berada di belakang, selanjutnya rombongan sampai di jeram 4 pada pukul 14.00 WIB.




“Saat itu, posisi saya ada di tebing antara jeram 4 dan jeram 5 dalam posisi siaga dengan tali lempar. Saya melihat dengan jelas mas Noveri masuk jeram 5 yang kemudian disusul Aditya dengan maksud berjaga-jaga, apabila ada yang terbalik atau lepas dari perahu atau ban yang digunakan sukarelawan,” tuturnya.

Setelah masuk jeram 5, Rezha mengaku tidak melihat korban dan Aditya karena terhalang pohon bambu, namun selang 10 menit kemudian, ban yang digunakan korban Noveri ditemukan dalam keadaan tersangkut di batu yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

“Rombongan sukarelawan sampai di finish tempat latihan yakni belakang Waterboom Nongai pada pukul 15.00 WIB, namun mas Noveri belum juga muncul,” katanya.

Rezha mengatakan kawan-kawan akhirnya sepakat melakukan operasi SAR untuk mencari korban Noveri dengan melakukan penyisiran darat dan air di Sungai Suren mulai lokasi awal latihan susur sungai hingga finish.

“Setelah disisir sebanyak tiga kali, helm dan pelampung yang digunakan korban ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi hilangnya korban pada pukul 23.00 WIB dan pencarian dihentikan sementara karena sudah malam, kemudian hari ini dilanjutkan pencarian lagi,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi latihan susur sungai yang merupakan inisiatif dari relawan BPBD, namun kegiatan latihan itu bukan kegiatan resmi yang dilakukan BPBD.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini karena korban merupakan tim andalan yang masuk dalam Satuan Petugas Khusus BPBD Jember, sehingga kami meminta tim SAR Jember untuk melakukan pencarian korban relawan Noveri hingga ketemu,” ucapnya, berharap. (MR01/ant)