COBA KALAHKAN PENTAHANA, ANIES RASYID BASWEDAN DAN SANDIAGA SOLAHUDIN UNO DEKLARASI

Jakarta – WWW.MADIUNRAYA.COM

Pasangan pentahana, Ahok-Jarot mendapat lawan yang cukup berat, Anies Baswedan dan Sandiaga S Uno resmi dideklarasikan, Jum’at (23/09).

Sesuai survey dari TV One, pasangan Anies-Sandiaga memiliki selisih yang sangat tipis dengan pentahana yang setahun terakhir masih dominan di semua survey.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyatakan,”Ini adalah pasangan terbaik yang ada di Jakarta, untuk itu kita akan berusaha memenangkan pasangan ini dengan kerja keras yang elegan”, ujar mantan Capres 2014 ini.

Pemilukada 2012 kita mendukung Ahok, namun saat ini, sosok Ahok sudah tidak relevan untuk kepemimpinan di DKI Jakarta. Hal tersebut kami dapatkan saat menyerap aspirasi masyarakat Jakarta yang menginginkan perubahan kepemimpinan, sambung Prabowo Subianto.

Sementara Presiden PKS, Sohibul Iman, mengatakan,”Kepada seluruh kader PKS di Ibu Kota Jakarta, mari menyempurnakan ikhtiar yang kita lakukan dengan bekerja keras untuk memenangkan pasangan Anies-Sandiaga”, ujar Sohibul Iman.

Anies Baswedan dalam pidato singkatnya mengatakan,”Mari kita rubah pola kepemimpinan di DKI Jakarta dari Superman menjadi Supertim, kerja sama dan kerja tim untuk membangun Jakarta secara manusiawi”, ujar Anies Baswedan penuh semangat.

Cawagub Sandiaga S Uno juga tidak kalah semangat dengan mengatakan,”Jakarta banyak problem, diantaranya lapangan kerja yang sulit dan harga bahan pangan yang sangat tinggi, untuk itu kami akan langsung bekerja mengatasi masalah dasar kehidupan manusia”, ujar Sandiaga.

Sementara menurut pengamat politik Hanta Yudha, “Pasangan Anies dan Sandiaga S Uno memiliki basis masa yang unik, terutama yang terkena dampak negative kepemimpinan Ahok selama ini, saya memprediksi pasangan ini akan merepotkan pentahana untuk kembali berkuasa di DKI”, ujar Hanta Yudha.

Seorang warga Jakarta, Didik Sugianto melalui WA menyambut baik deklarasi Anies – Sandiaga, “Kami warga Jakarta akan memilih pemimpin yang pro rakyat dan bukan yang pro konglomerat”, ujar Didik dengan serius. (YAH)